Karena Menyemangati Diri Sendiri Itu Penting

Hm, mau nutup muka dulu deh. Saya sudah bilang dalam postingan ini bahwa saya akan mendedikasikan hari ini untuk Tiffany alias skripsi tercinta, tapi ternyata hari ini saya nggak sepenuhnya ada buat beliau.

Btw, aneh nggak sih skripsi saya namanya Tiffany?

Sebenarnya nggak ada tujuan khusus sih saya memakai nama itu. Saat itu nama yang lagi lewat di otak saya Tiffany soalnya. Coba aja waktu itu saya kepikirannya nama Elena Vashilivnashivanova, pasti saya makin ogah ngerjain skripsi.

Oke, udahan ya bahas-bahas nama gak pentingnya.

Kencan saya dengan Tiffany hari ini nggak ada yang istimewa. Saya hanya kencan empat jam dengan beliau. Dua jam pada siang hari dan dua jam pada malam hari. Yeah, lumayan lah ya daripada beliau nggak saya jamah sama sekali. Ngejar target, Masbro, tapi nggak pengen ngoyo. Kalau dirasa sudah lelah, ya sudah. Mari kita ngeblog saja hahaha.

Semakin ke sini, saya makin ngerasa butuh motivasi. Butuh disemangati. Butuh dipukpuk. Butuh pelukan hangat dari oppa.

Di dunia ini sudah tidak terhitung banyaknya kalimat motivasi yang beredar, baik di televisi maupun di media sosial. Keberadaan motivator pun semakin menjamur kayak online shop. Atau bahkan ada motivator yang merangkap jadi online shop?

“Yuk sis, cek IG kita. Bisa diorder kalimat motivasinya yang lucu-lucu. Harga murah dan trusted :)”

Abaikan.

Berusaha mempercayai kalimat motivasi adalah salah satu cara kita (atau hanya saya?) agar tidak merasa sendirian. Ketika sedang scrolling isi timeline atau recent update trus tiba-tiba menemukan secercah kalimat motivasi yang saat itu sesuai dengan keadaan kita, otomatis kita merasa dimengerti. Kita merasa memiliki teman yang senasib seperjuangan.

Apa sih sebenarnya tujuan seseorang memasang display picture berupa quotes atau kalimat motivasi tertentu?

Mungkin tujuannya adalah agar semua orang tahu bahwa kita sedang galau. Agar orang-orang mengerti perasaan kita dan memberikan pelukan melalui emotikon, atau bahkan tujuannya adalah untuk menyindir oknum tertentu.

Saya adalah tipe orang yang sering menyimpan kalimat motivasi lho, bahkan kadang kalau lagi suntuk saya suka pasang sebagai DP, padahal saya nggak yakin apa sebenarnya tujuan saya melakukan hal itu. Seringnya sih karena saya suka aja dengan kalimatnya dan saya pengen share ke teman-teman. Kadang kalau lagi down banget, saya memang sengaja pasang kalimat motivasi, tentu saja agar diri ini termotivasi dan semangat bisa kembali lagi.

Emangnya mempan, Din?

Bagi saya pribadi, kalimat-kalimat motivasi seperti itu tidak bertahan lama. Biasanya hanya stay sebentar di hati trus abis itu menguap entah ke mana. Saya bukan tipe orang yang tiba-tiba jadi nggak mager setelah baca kalimat motivasi. Percuma gitu ya kalau setiap harinya kita dicekokin lusinan kalimat motivasi, tapi pada kenyataannya kita nggak punya motivasi yang berasal dari diri sendiri. Orang lain boleh memberikan saran dan wejangan, tapi perubahan yang nyata itu kan dipelopori oleh diri sendiri.

Sebenarnya saya punya spot khusus di tembok kamar kos saya yang isinya tempelan kalimat-kalimat motivasi. Penampakannya seperti ini nih.

Tembok derita~

Tembok derita~

Sengaja nggak saya zoom satu-satu. Rahasiya ah~ *tutup muka*. Btw, abaikan saja poster om-omnya.

Ya lucu sih, kalo udah tau nggak mempan kenapa masih pasang-pasang kayak gituan?

Namanya juga usaha Masbrooo~

Kalo saya lagi down, lagi terpuruk karena Tiffany ngambek, biasanya saya nyari-nyari kalimat bagus di internet, saya tulis di sticky notes, trus saya tempel di tembok. Saya hanya punya satu alasan untuk itu. Saya pikir, saya harus membuat diri saya mengalihkan perhatian dari apa yang membuat saya down. Biasanya sih cukup dengan nonton reality show yang lucu gitu segalanya bisa teratasi., tapi ada saat-saat di mana saya nggak pengen membuka koleksi video saya. FYI, kadang ada perasaan berdosa ketika tugas belum selesai tapi udah ditinggal nonton video koreya-koreyaan. Nah, karena saya suka melihat tembok saya penuh tempelan, maka saya tempelilah dengan kalimat-kalimat wejangan itu. Sungguh alasan yang anu banget, bukan? Hahaha.

Berhubung saat ini saya juga sedang suntuk dan jengah (thanks to Tiffany), saya pun berusaha mengalihkan perhatian. Tadinya pengen nonton drama sih, tapi saya belum download, padahal ada tiga judul drama yang sedang ingin saya tonton. Sekalian tjoerhat ya. Saya sedang mengikuti drama Sensory Couple. Saya udah nonton sampai episode 12. Trus drama keluaran terbaru yang ingin saya tonton adalah Jeju Island Gatsby, Orange Marmalade, dan The Producer. Rasanya nggak sabar pengen segera download duh.

Oh iya, saya juga lagi bingung sih. Saya kan udah nonton drama Who Are You: School 2015 sebanyak 4 episode, cuma galau mau lanjut atau enggak. Menurut saya sih ceritanya anu banget (anu gimana, Din?). Duh, saya nggak pengen ngasih spoiler, ah. Saya mikir-mikir juga sih, gimana kalau misalnya dilanjut aja nonton dramanya, kalau memang sampai akhir ceritanya memang anu kan bisa buat bahan review. Hahaha.

Bagi saya, menonton drama atau sekadar acara koreya lucu-lucuan bisa menjadi moodbooster yang ampuh dibandingkan dengan puluhan kalimat motivasi yang tersimpan di ponsel saya. Yah, itulah gunanya hobi, manteman. Alangkah beruntungnya kita apabila memiliki hobi yang bisa dijadikan pelarian ketika jenuh dengan rutinitas. Kalau saya biasanya cukup dengan nonton video yadong atau sekadar karaokean bisa banget memacu kembali semangat untuk mengerjakan tugas selanjutnya. Nulis postingan random seperti ini juga bisa lho bikin mood bagus hahaha, kan sekalian curhat. Hati lega, pikiran lebih terbuka.

Jadi inti dari tulisan ini apa, Din?

Nggak ada.

Hahaha bercanda, Masbro~ intinya ya saya nulis ini untuk… hm, mengisi waktu luang? *digeplak* *Tiffany noh urusin*

Well, manteman~ apapun yang terjadi, tetaplah berkelana mencari penyemangat untuk diri kita sendiri. Apapun bentuk penyemangat itu, pastikan bahwa kita bahagia dan tidak mengganggu kebahagiaan orang lain. See ya~! 🙂

– Syupeodinie –

Advertisements

3 thoughts on “Karena Menyemangati Diri Sendiri Itu Penting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s