Birth of A Beauty: Gemblondong Itu (Sebenarnya) Indah!

Yihaaa~ jumpa lagi dengan saya! ^^

Aduh sepertinya banyak sarang laba-laba di sini.

Perkenalkan, nama saya Dini (?) dan kali ini saya akan me-review sebuah serial drama yang baru-baru ini habis masa tayangnya di Korea, yaitu ‘Birth of A Beauty’ atau ‘미녀의 탄생’ (Minyeoui Tansaeng).

Poster drama Birth of A Beauty

Sesuai dengan judulnya, drama sepanjang 21 episode ini mengisahkan “kelahiran” dari seseorang yang cuanteeek (begitulah kiranya saya mendeskripsikan kecantikan Mbak Han Ye Seul).

Cerita diawali dengan kemunculan sosok SaRa (Han Ye Seul) yang berjalan di tengah keramaian sehingga membuat semua orang yang ada di sana berdecak kagum melihat kecantikannya. Para pria yang kebetulan sedang berada di TKP seketika berbondong-bondong berjalan di belakang SaRa dan mengikutinya, sementara para wanita menatap iri sambil meraba wajah mereka masing-masing. SaRa berjalan bak seorang model di atas catwalk.

Mbakyu SaRa sing ayu dhewe~

Mbakyu SaRa sing ayu dhewe~

Tetapi rupanya ia tidak dibiarkan berjalan dengan tenang begitu saja, karena dari sekian banyak “pengikut”-nya, ada seseorang yang sangat berambisi untuk mengejar SaRa, sampai-sampai orang itu menguntitnya hingga ke kamar pas di sebuah toko pakaian. Tentu saja SaRa histeris dan memanggil petugas keamanan. Di sela-sela menunggu proses penyelidikan yang dilakukan, SaRa berbaur dengan ibu-ibu sosialita yang tengah beramai-ramai menonton sebuah program televisi berjudul ‘Change’, di mana program tersebut merupakan ajang kompetisi bagi orang-orang yang berkeinginan mengubah penampilan mereka melalui operasi plastik ekstrem. Ketika SaRa menontonnya, program tersebut tengah menampilkan cuplikan kehidupan sehari-hari dari salah satu peserta bernama Sa Geum Ran (Ha Jae Suk). Sa Geum Ran adalah seorang ibu rumah tangga bertubuh gemuk yang seringkali menerima perlakuan tidak adil dari orang-orang di sekelilingnya.

Ini lho Mbak Sa Geum Ran yang ceria ceria ceriaaa walaupun rintangan menghadang~

Ini lho Mbak Sa Geum Ran yang ceria ceria ceriaaa walaupun rintangan menghadang

Saking penasarannya, SaRa menonton tayangan ulang ‘Change’ di rumah. Ia penasaran dengan kisah Sa Geum Ran dan berharap wanita itu menang sehingga ia mendapatkan operasi. Tapi sayangnya, Sa Geum Ran kalah dalam voting tersebut. SaRa yang merasa kesal langsung menelepon produser acara ‘Change’ untuk protes, namun yang diterima SaRa justru berita mengejutkan. Ternyata Sa Geum Ran mengundurkan diri, sekaligus mengurungkan niatnya untuk operasi. SaRa lantas membuka situs resmi acara tersebut dan mengetahui kisah Sa Geum Ran dari sana.

Sa Geum Ran merupakan istri dari CEO stasiun TV HBS, Lee Kang Joon (Jung Gyu Woon). Selama 7 tahun, Lee Kang Joon mengenyam pendidikan di Amerika sementara Sa Geum Ran tinggal di rumah mertuanya dan mengurus segala sesuatu di sana. Ia tinggal bersama ayah dan ibu mertuanya, dua adik ipar, serta nenek Lee Kang Joon yang menderita dementia. Ibu mertuanya sering nyinyir pada Geum Ran. Kedua adik iparnya sering mengejek Geum Ran. Pokoknya kondisi hidup Geum Ran nggak banget deh. Yang membuat Geum Ran bersemangat setiap harinya adalah kesetiaannya pada suaminya. Ia berharap suaminya cepat pulang dan berkumpul lagi bersamanya, namun suaminya ternyata sudah pulang ke Korea tanpa sepengetahuannya. Geum Ran yang mengetahui hal itu langsung menuju ke tempat suaminya berada, dan saat itulah ia tahu bahwa suaminya memiliki kekasih gelap, yaitu seorang penyiar HBS bernama Gyo Chae Yun (Wang Ji Hye).

Si Playboy Kampung Lee Kang Joon

Si Playboy Kampung Lee Kang Joon

Dan inilah penampakan Gyo Chae Yun

Dan inilah penampakan Gyo Chae Yun

Ketika sedang kepo tentang kisah Sa Geum Ran, SaRa mendapatkan sepucuk surat kaleng. Seseorang yang menulis surat itu memberitahunya bahwa ia bisa bertemu dengan Sa Geum Ran di suatu tempat. Karena penasaran, SaRa pun datang ke lokasi yang dimaksud. Setibanya di sana, SaRa bertemu dengan sahabat Geum Ran yang memberitahunya bahwa Geum Ran sudah meninggal karena bunuh diri. Tak lama setelah itu, SaRa tiba-tiba mendapat serangan dari orang yang pernah ia tuduh sebagai penguntit. SaRa dipukul menggunakan balok kayu hingga pingsan, sampai akhirnya ia sadar bahwa ia diculik. SaRa berhasil kabur ketika situasi dan kondisinya memungkinkan, namun “penguntit” itu mengejarnya. Sang “Penguntit” berhasil menangkap SaRa dan menjelaskan mengapa ia repot-repot mengikuti dan mengejarnya. Belakangan diketahui bahwa laki-laki penguntit itu bernama Han Tae Hee (Joo Sang Wook) yang dengan santainya mengatakan bahwa SaRa adalah Sa Geum Ran.

Joo Sang Wook sebagai Han Tae Hee yang nyeleneh tapi jenius

Joo Sang Wook sebagai Han Tae Hee yang nyeleneh tapi jenius

Bagi yang belum sempat menonton drama ini, pasti bingung kalo saya hanya membagi cerita sampai di sini saja. Kok bisa sih SaRa itu Sa Geum Ran?

Okedeh saya lanjutkan daripada penasaran hahaha.

Jadi sebenarnya SaRa itu Sa Geum Ran, dan Sa Geum Ran adalah SaRa, bibi-bibi gendut yang menjalani operasi plastik tingkat dewa.

Ketika mengetahui bahwa suaminya bermain api di belakangnya, Sa Geum Ran hanya bisa menahan tangis dan mencoba membujuk Gyo Chae Yun agar berpisah dengan Lee Kang Joon, namun yang diterima Geum Ran justru kata-kata hinaan. Habis jatuh tertimpa tangga, setelah dihina habis-habisan, Geum Ran harus menerima kenyataan bahwa suaminya tak ingin lagi bersamanya. Ya, Lee Kang Joon meminta cerai setelah Geum Ran menyokongnya untuk bersekolah di luar negeri dan memberikan segenap hartanya. Lee Kang Joon ingin bercerai setelah mendapatkan semuanya dan berniat menikahi Gyo Chae Yun. Geum Ran bersikukuh bahwa ia akan mempertahankan pernikahan yang sekian tahun dijalaninya. Ia menentang habis-habisan keputusan Lee Kang Joon untuk menceraikannya sehingga ia mengancam akan memberitahu publik tentang rumah tangga mereka. Malam itu Sa Geum Ran menyetir sambil menangis, meratapi ketidakadilan yang dialaminya. Tanpa sepengetahuannya, ternyata Lee Kang Joon mengikutinya hingga di tengah perjalanan Sa Geum Ran mengalami kecelakaan. Mobil yang dikendarainya terjun bebas ke laut. Tubuh Sa Geum Ran tidak berhasil ditemukan sehingga ia dimakamkan tanpa mayat, dan orang-orang menganggap peristiwa tersebut sebagai bunuh diri.

Tak ada yang tahu bahwa Sa Geum Ran berhasil meloloskan diri dari maut. Setelah kecelakaan tersebut, ia mendatangi Han Tae Hee yang dipercayainya sebagai dokter bedah plastik di acara ‘Change’. Sa Geum Ran meminta agar penampilannya dirombak habis-habisan. Han Tae Hee awalnya menolak, tapi toh akhirnya ia mengabulkan keinginan Geum Ran. Setelah menjalani operasi dan menjelma sebagai SaRa, ia harus merasakan efek samping anestesi yang digunakannya, yaitu kebiasaan berhalusinasi hingga mengira dirinya sendiri sebagai orang lain. Apabila ia tidak mengonsumsi obat penangkalnya(?), ia sering melupakan identitasnya sebagai Sa Geum Ran, dan parahnya lagi ia merasa bahwa dirinya adalah seorang artis populer. Baik Han Tae Hee maupun SaRa sama-sama memiliki tujuan di balik perubahan wujud(?) tersebut. SaRa tentu saja ingin membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakitinya di masa lalu, sedangkan Han Tae Hee yang ingin mendapatkan Gyo Chae Yun memanfaatkan situasi tersebut. Sejak saat itulah mereka bersekutu(?) dan merancang aksi balas dendam SaRa secara terstruktur. Hey, bagian ini keren banget lho. Han Tae Hee yang digambarkan sebagai sosok jenius benar-benar merencanakan segalanya dengan matang. Ide-ide brilian yang dilontarkannya sering tak terduga. Mulai dari upaya-upaya nyeleneh agar Lee Kang Joon jatuh cinta pada SaRa, memasang alat penyadap di kamar Lee Kang Joon, sampai memasukkan virus ke dalam email Lee Kang Joon. Pokoknya asik aja melihat mereka berdua menjalankan aksinya. Seiring berjalannya rencana mereka, satu demi satu misteri di masa lalu pun terkuak. Dan di tengah proses kerjasama itu pula muncul benih-benih cinta di antara keduanya #eaaak.

Salah satu scene ketika duo ini sedang menjalankan aksinya

Salah satu scene ketika duo ini sedang menjalankan aksinya. Perpaduan yang keren antara si Jenius dengan ahjumma setrong.

Kira-kira misteri apa saja yang berhasil terungkap? Apakah SaRa berhasil membalaskan dendamnya dengan mulus? Apakah SaRa berhasil mengelabui semua orang dengan identitas palsunya? Apakah yang akan terjadi apabila identitas SaRa terbongkar?

Apakah, apakah, dan apakah.

Mending tonton sendiri deh ya (?).

‘Birth of A Beauty’ cukup recommended lah buat kite-kite yang bosen nonton serial tinlit anak sekolahan. Drama ini tidak tergolong ringan, tetapi juga tidak terlalu berat. Kalo ditonton sambil ngerjain skripsi juga masih nyambung kok sama jalan ceritanya ((kalo ini sih saya sendiri)).

Yang saya sukai dari drama ini tentu saja ceritanya yang oke dan terbungkus rapi. Setiap adegan rasanya diatur sedemikian rupa supaya runtut. Dari awal sampai akhir ketegangan demi ketegangan dibangun dengan apik. Konflik yang cukup banyak di drama ini dijembatani dengan rapi sehingga sambung-menyambung. Pokoknya dari segi plot suka banget deh. Pembangunan karakter pada masing-masing tokohnya juga oke. Tiap saya melihat sosok SaRa yang notabene di situ cantik dan bertubuh langsing, saya tetap terpatok pada mindset bahwa dia itu ahjumma gemblondong yang udah nikah, bukan sebagai orang lain. Sosok Lee Kang Joon yang super menyebalkan juga diperankan dengan baik sampe saya pengen nyakar-nyakar wajahnya. Dan tak lupa sosok Han Tae Hee yang jenius dan penuh kasih sayang… ah, makin cinta sama om yang satu ini.

Oh iya, di drama ini tokoh antagonisnya lumayan banyak, jadi buat yang nggak suka sama tokoh antagonis (?) siap-siap aja meledak-ledak setiap melihat kemunculan mereka. Nyebelinnya nggak kira-kira pokoknya.

Ngomong-ngomong soal tokohnya, ada nih satu tokoh yang nggak boleh terlewatkan oleh mata ketika menonton drama ini. Seorang pemuda yang rupawan, kharismatik, bersahaja, dan pastinya nggak kalah pinter sama Han Tae Hee. Yak, please welcome Team Leader Choi!

Punya asisten pribadi kayak gini? Gak, ah! Gak nolak!

Punya asisten pribadi kayak gini? Gak mau ah! Gak mau nolak!

Team Leader Choi ini merupakan orang kepercayaan Han Tae Hee. Ia sangat cekatan dalam melaksanakan titah-titah yang diberikan, sekaligus sangat loyal pada Han Tae Hee. Mungkin kehadirannya di drama ini hanya dianggap angin lalu, tapi sesungguhnya ia memiliki peran yang cukup penting. Diminta menyelidiki sesuatu, beres. Disuruh menyiapkan surprise buat ngelamar cewek, rapi. Disuruh ngegantiin buat dateng rapat, berangkat. Capciscus banget lah pokoknya Mas Choi ini ❤

Masih muda dan sangat cekatan

Masih muda dan sangat cekatan

Satu lagi. Dari sekian jumlah drama yang pernah saya tonton, kok kayaknya pergi ke luar negeri itu gampang banget ya -___- Apalagi ke Amerika, negara yang menjadi tempat tujuan untuk melarikan dan menenangkan diri paling laris di dalam drama. Ke luar negeri berasa ke luar kota, bledhang-bledheng sesuka hati. Dikira tiket pesawat murah apa?

Anyway, sodara-sodara, drama ini mengajarkan kita untuk senantiasa berbuat baik terhadap sesama.

Udah gitu doang?

Hahaha. Jadi gini.

Eksistensi makhluk gemblondong di muka bumi ini memang tidak terelakkan. Saya sendiri dengan berat badan sekian kilogram pun sering menganggap diri saya gendut lah, gembrot lah, gemblondong lah, semata-mata karena beberapa orang mengatakan hal serupa. Bukan, bukannya saya menyalahkan mereka yang berkata demikian. Saya lebih menghargai orang yang berpendapat jujur kok hahaha ((dalam hati nangis sambil ngunyah pil diet)).

Berkaca dari serangkaian peristiwa yang dialami Sa Geum Ran, mulai dari adik-adik iparnya yang sering mengolok-oloknya dengan sebutan “Pig sister in-law” atau sebutan-sebutan aneh lainnya, ibu mertuanya yang malu mempunyai menantu gendut seperti dirinya, serta tatapan iba dari setiap orang yang melihatnya berjalan kepayahan di pasar, di halte bus, atau di mana saja. Sa Geum Ran went through a lot sampai dia putus asa dan mengambil keputusan besar dalam hidupnya: melakukan operasi plastik besar-besaran.

Kita mungkin sebagai orang awam berpikir bahwa orang-orang seperti Sa Geum Ran ini terlalu gegabah dan tidak bersyukur atas nikmat Tuhan. Padahal kalau dipikir-pikir, tahu apa sih kita ini? Apakah kita mengerti isi hati orang lain? Apakah kita tahu kehidupan macam apa yang mereka jalani?

Tidak, kita tidak tahu. Kita hanya orang awam yang seringkali hanya melihat luarannya saja.

Ketika Sa Geum Ran menjelma sebagai SaRa, semua mata seakan tertuju ke arahnya, tentu saja karena dia cantik. Seperti yang telah kita ketahui bahwa definisi cantik menurut kebanyakan orang itu masih klise. Cantik itu ya langsing dan putih. Cantik itu ya yang wajahnya enak dilihat. Kalo cantik ya yang nguber pasti banyak, tapi kalo kurang cantik ya… derita lo. Ah kamvred. Padahal sama-sama manusia, sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, kenapa perkara fisik terkadang jadi masalah besar, ya?

Seperti pesan SaRa dalam salah satu dialognya, bahwa apabila di sekitar kita ada Sa Geum Ran-Sa Geum Ran yang lain, cintailah dia. Hargai dia. Jangan biarkan dia dirundung keputusasaan hanya karena pendapat orang lain. Buatlah dia merasa dicintai agar dia bangga dengan dirinya dan apa yang telah dimilikinya. Nah, karena saya termasuk kaum gembondong, maka cintailah saya ((jangan abaikan kalimat terakhir ini)).

Satu hal yang saya pelajari dari drama ini –dari Sa Geum Ran dan SaRa– bahwasanya kecantikan tidak dilihat dari berapa banyak orang yang memuji paras kita, melainkan seberapa banyak kita menghargai dan mencintai diri sendiri. Jika kita tidak mencintai diri sendiri, bagaimana orang lain bisa mencintai kita? Mulai sekarang belajar untuk mencintai diri sendiri, karena tidak ada kata terlambat untuk belajar ^^

Stop diskriminasi terhadap manusia gemblondong!

Salam Gemblondong,

– Syupeodinie –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s