So… What is Your Choice?

Image

 

Haloha~ apa kabar fangirl world?

 

Akhir-akhir ini Kpop semakin memanas, bukan? Pemberitaan mengejutkan datang silih berganti. Pinter-pinternya kita menyaring berita aja, sih. Jangan sampe kemakan hoax lagi dan lagi. Capek.

 

Menjadi fangirl (atau fanboy) memang tidak selamanya menyenangkan apabila kita sudah nyemplung terlalu dalam. Tapi, hey, bukankah kebahagiaan itu bisa kita ciptakan sendiri?

 

Semua itu pilihan. Kita bisa memilih dengan cara apa kita menikmati kegiatan fangirling. Ada yang memilih menikmatinya dengan cara yang biasa-biasa saja, tapi ada juga yang tidak biasa. Ada yang memilih menikmatinya dengan cara menyenangkan, tapi ada juga yang dibawa serius sampe mbatek.

 

Semua itu pilihan. Kita bisa memilih untuk bahagia atau tidak di dunia fangirl ini. Kalau kita mau bahagia, ya sudah. Lakukan hal-hal yang kita anggap menyenangkan. Banyak kok hal yang bisa dilakukan di dalam Kpop. Mendengarkan lagu, nonton video, baca tulis fanfiction, spazzing tentang hal-hal yang positif, bahkan membully bias. Hahaha. Membully bias saya masukkan ke dalam daftar kegiatan yang menyenangkan karena hal itu memang asik sekali untuk dilakukan serta mencegah penuaan dini.

 

Sebaliknya, kalau kita memilih untuk tidak berbahagia (baik secara sadar atau tidak, tapi well, siapa sih yang cukup bodoh untuk memilih tidak bahagia secara sadar?), maka yang namanya pilihan tetaplah pilihan. Kalau kita ingin menjalani kehidupan fangirling dengan TIDAK bahagia, hal itu mudah sekali dilakukan. Tinggal fanwar sana-sini, bashing sana-sini, jadi haters sana-sini, menentang relationship sana-sini. Gampang.

 

Contoh kecil saja, terkait pemberitaan ByunTae yang lagi anget-angetnya. Berapa sih perbandingan orang yang mendoakan kelanggengan hubungan mereka dengan orang yang menentang? Banyakan mana sih orang yang berbahagia untuk mereka dibandingkan dengan orang yang berkoar menyesali hal itu dan berakhir dengan memaki salah satu dari mereka? Lihatlah realitanya dan bandingkan.

 

Ketika ada yang memilih untuk menjalani kegiatan fangirling dengan tidak bahagia, saya pikir… buat apa? Jadi hobi yang selama ini sampeyan geluti negatif, dong? Hobi kan selingan yang dilakukan demi kesenangan pribadi, BUKAN kesengsaraan pribadi. Sadar atau tidak, kita bisa menimbun penyakit hati melalui hal-hal kecil. Baca berita bias dating dikit aja, langsung panas. Nyampah dan nyumpah-nyumpah di Twitter. Sakit hati. Cemburu membabi buta. Beranggapan bahwa pacar bias adalah perusak kebahagiaan fans dengan bias kemudian berlanjut dengan bashing yang tiada hentinya, baik di socmed maupun di dalam hati.

 

Jangankan dating, bias fotoan sama orang lain aja kadang jadi umpan yang lezat untuk memancing fanwar. Bias datang ke konser grup lain juga berpotensi untuk menjadi bahan percekcokan. Apalagi kalo bias main drama TV atau drama musikal. Beuuuh manusia galau di socmed langsung bejibun. Padahal di situ posisi bias adalah sebagai orang yang mendapat job, dan otomatis dia mendapat honor. Bias nyari duit buat dirinya sendiri kok kita nangis? Logikanya kan begitu -_-

 

Well, bukan tidak mungkin kalau saya dianggap mengesampingkan perasaan orang-orang yang berhati rapuh, yang menganggap bias sebagai dunia seisinya. Saya tidak akan mengatakan kalimat-kalimat motivasi dan persuasi agar mereka keluar dari zona (tidak) nyaman itu. Lagi-lagi, mengubah pandangan seseorang tentang sesuatu memang tidak mudah. Susah banget malah, kecuali orang itu punya cukup kesadaran pribadi untuk mengubahnya. Seseorang yang telah mematok mindset bahwa ‘My bias is mine, don’t touch him/her’ tentu saja tidak terima kalau ada yang bilang dia lebay, misalnya. Karena itu mindset dia, dan dia pikir dia benar. Dia bahkan tidak sadar bahwa apa yang telah dia tanamkan kuat-kuat di pikirannya itu perlahan-lahan akan merenggut kebahagiaannya (kok serem gini sih -_-).

 

Intinya, semua itu pilihan. Kita sendiri yang tahu kebutuhan kita. Demikian pula bias. Bias tahu apa yang dia butuhkan untuk bahagia. Apakah kita begitu egoisnya sehingga ingin menggapai kebahagiaan kita sendiri dengan mengacaukan kebahagiaan orang lain?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s