Idol’s Life: Sebuah Topeng atau Selembar Masker?

Image

(Tampang menggairahkan sehabis mandi)

 

Sebut saja namanya Taekwoon. Jung Taekwoon. Pria yang tergabung dalam boygroup VIXX ini memiliki daya jual layaknya seorang selebriti; wajah, bakat, dan kharisma. Tapi tunggu, apabila Anda melihat VIXX di show-show yang mengharuskan mereka berbicara, maka Anda akan terheran-heran dengan pemilik marga Jung yang satu ini. Mungkin Anda akan sedikit mengerutkan kening ketika melihat Taekwoon yang kemudian disusul dengan pertanyaan-pertanyaan klasik. Mengapa orang ini sangat irit ngomong alias pendiam? Mengapa ia memasang wajah dengan ekspresi layaknya orang sembelit begitu? Apakah ia memang hanya memiliki satu macam ekspresi seumur hidupnya?

Saya pun berpikir demikian pada awalnya.

Kok bisa sih orang seperti itu menjadi selebriti? Bagaimana mungkin ia direkrut ke dalam sebuah grup yang tidak hanya dituntut untuk menjadi penyanyi, tapi juga entertainer sejati, sementara ia –Taekwoon– terkesan tidak memiliki sense of variety show. Atau mungkin sense of variety yang sering didengung-dengungkan di antara pelaku hiburan Korea itu memang terletak pada poker face-nya yang terkesan memuakkan?

Pada akhirnya pertanyaan-pertanyaan itu tidak lantas membuat saya berbalik arah dan menjadi “kehilangan rasa” pada Jung Taekwoon, namun justru menjadikan saya penasaran. Menilik pribadinya yang tertutup dan sikap dingin yang ditunjukkannya ketika berhadapan dengan kamera, saya menyadari bahwa Jung Taekwoon tidaklah semenyeramkan itu. Sungguh, ia tidak seram. Ia bukan hantu ataupun Tyrex yang terlambat punah, walaupun sesekali melakukan kekerasan jika diusik. Ia hanya… berbeda. Ia ingin menunjukkan bahwa ia masuk ke dalam VIXX karena kemampuan menyanyinya, karena suara emasnya. Mungkin ada yang berpikir bahwa ia jarang berbicara karena ingin menghemat suaranya. Bisa jadi.

 

Image

(Poker face ala Jung Taekwoon)

 

Wajah yang chic dan sikapnya yang dingin di luar namun lembut di dalam memang membuat Taekwoon layak mendapat julukan Limbad Korea –setidaknya dari saya, namun tidak serta merta membuatnya pantas untuk dikomentari secara tidak terhormat. Sebagai seseorang yang termasuk dalam golongan awam akan realita dunia showbiz Korea, tentu saja saya hanya menebak-nebak sok tahu ketika mengatakan bahwa image ala Limbad itu memang sengaja dirancang sedemikian rupa sebagai image paten Taekwoon di depan kamera. Saya memang tergolong newbie yang sok tahu, hing~~ maafkan saya 😦 Saya bahkan belum cukup kenyang menonton video-video VIXX-related tapi sudah berani mengambil kesimpulan semacam ini. Correct me if I’m wrong yah (?).

Terlepas dari segala isu yang bergejolak di dalam batin saya –apakah sejak awal itu merupakan skenario perusahaan, toh tidak ada salahnya mencari tahu –atau lebih tepatnya menebak-nebak– “kecerdikan” agensi-agensi pemasok bakat di Korea dalam memproduksi dan memproses anak asuhnya.

Mulai dari ikut kompetisi, berpartisipasi dalam audisi, sampai ‘jalan-jalan-santai-berhadiah-kartu-nama’ sangat mungkin terjadi dalam bisnis hiburan Korea. Mari kita lewati saja bagian kompetisi dan audisi karena kedua hal tersebut sudah jelas adanya dan bagaimana lika-liku pelaksanaannya sehingga seseorang akhirnya bisa debut.

Bagaimana dengan teknik pencarian bakat dengan metode ‘jalan-jalan-santai-berhadiah-kartu-nama’ yang kasusnya bukan hanya sekali-dua kali terjadi di Korea?

Tentunya penggemar Korean Pop akut sudah tahu betul bagaimana sistematika pelaksanaan metode tersebut.

  • Pertama, sesosok manusia biasa sedang berjalan-jalan santai dengan temannya. Bisa jadi berjalan di mall, Myeongdong, pasar ikan, trotoar, atau di tengah jalan tol sekalipun.
  • Kedua, sosok anak muda itu terlihat melenggang tak berdosa sambil tertawa-tawa jahil. Tentu saja wajah rupawannya belum seberapa tampak.
  • Ketiga, seseorang yang bergaya layaknya seorang detektif diam-diam mengawasi sosok yang sedang tertawa itu dari kejauhan.
  • Keempat, si Detektif Gadungan itu mengelus dagu dan memilin kumisnya (apabila ia berjenis kelamin laki-laki) sambil mengendus aura selebriti dari anak muda itu dan mempertimbangkan apakah ia akan mendekati anak muda yang tertawa-tawa di tempat umum layaknya orang sakau itu atau tidak.
  • Kelima, si Detektif Gadungan menyusun hipotesis untuk mendukung langkah pengintaian selanjutnya sambil mengawasi gerak-gerik anak muda itu secara lebih intim dan menjaga agar tidak kehilangan jejak.
  • Keenam, si Detektif Gadungan mulai menyusun rencana yang akan ia gunakan secara terstruktur untuk mendekati anak muda itu agar ia tidak pulang dengan tangan kosong.
  • Ketujuh, si Detektif Gadungan perlahan menghampiri anak muda itu dan menghadang langkahnya.
  • Kedelapan, si Detektif Gadungan berdeham pelan untuk menunjukkan kesan berwibawa sambil menyodorkan secarik kertas yang ternyata adalah sebuah kartu nama.
  • Kesembilan, anak muda itu tampak bingung dan heran dengan keberadaan orang asing yang mendadak memberikan kartu nama padanya. Mau tak mau ia menaruh rasa curiga, kalau-kalau orang asing tersebut sedang berburu downline dan memintanya ikut bergabung ke dalam bisnis MLM-nya.
  • Kesepuluh, si Detektif Gadungan yang menyadari kebingungan anak muda itu menjelaskan identitasnya, bahwa ia datang dari agensi XXX Entertainment dan ingin menawarinya untuk ikut mencoba peruntungan di dunia hiburan.

***

Yak, itulah langkah-langkah yang ditempuh seorang pencari bakat dalam mencari anak asuh dengan metode yang unik namun membuahkan hasil yang terbilang maksimal. Mungkin lain kali orang-orang agensi harus siap siaga di depan pintu toilet-toilet umum karena bakat emas biasanya datang dari tempat-tempat yang tak terduga. Para anak muda (baik yang hopeless maupun tidak) pun tak ada salahnya jika setiap hari berlagak jalan-jalan keluar rumah untuk mencari udara segar, siapa tahu ada petinggi agensi yang nyasar dan langsung merekrut jiwa-jiwa penuh ambisi itu untuk menjadi trainee-nya :3

Setelah melalui proses yang sangat panjang dan melelahkan sebagai seorang trainee, akhirnya si Anak Muda telah bertransformasi dari seonggok kutu bulukan menjadi seekor ayam petelur berkualitas tinggi yang siap mendulang pundi-pundi mata uang seluruh dunia untuk agensi yang menaunginya. Ketika ia dinyatakan untuk segera merasakan sensasi debut sebagai seorang idola, tentu saja dirinya harus di-manage sedemikian rupa agar lulus sensor dan memenuhi kriteria sebagai seorang Korean idol. Bagaimana ia harus bersikap ketika kamera menyorotnya, bagaimana ia harus menghafal jawaban atas pertanyaan-pertanyaan klasik dan wajib yang ditanyakan dalam wawancara, bagaimana ia harus cekatan menanggapi ketika dipojokkan dalam sebuah wawancara terbuka, bagaimana ia menghadapi penggemar bla bla bla. Ngibul sekali apabila hal seperti itu terjadi secara impromptu tanpa direncanakan dengan matang sebelumnya. Nonsense. Saya percaya, pernyataan-pernyataan sederhana such as ideal type kebanyakan adalah skenario belaka. Bahkan saya juga percaya bahwa image yang melekat dalam diri para idol ketika beraksi di depan kamera pun adalah image tertulis yang telah ditata rapi supaya menimbulkan kesan natural sehingga tak ada yang menyangka bahwa itu hanya rekayasa.

Tunggu, mungkin ada yang perlu digarisbawahi.

Baiklah, saya mengerti jika ada yang mengatakan bahwa tidak semua idol menampakkan image palsu hasil karya otak kreatif orang-orang dari agensi mereka. Sekali lagi, TIDAK SEMUANYA. Mungkin ada barang satu atau dua onggok idol yang memang sifat bawaannya dari orok seperti itu, yang sehari-hari kita lihat di video. Tapi tentu saja senatural apapun, polesan-polesan itu akan tetap ada. Walaupun seorang idol tidak memakai topeng, ia bisa saja membentangkan masker tipis sehingga kita tetap dapat melihat “wajah” aslinya dengan leluasa.

Lho, tadi di awal kan ngomongin Jung Taekwoon, kok ini tiba-tiba jadi ngelantur ke mana-mana sih, Din?

Tenang, kali ini saya sama sekali tidak berniat untuk ngelantur atau meracuni pikiran Anda seperti para pemburu downline itu (?), tapi saya bawa-bawa Jung Taekwoon di sini karena ia memang ada hubungannya dengan topik bahasan saya tentang sisi lain dunia showbiz.

 

Image

(Si Mas Sengak yang kalo lagi senyum manisnya seperti tebu beronggok-onggok, gula berkarung-karung, dan permen berkardus-kardus :3)

 

Sepalsu-palsunya dunia hiburan, sekreatif-kreatifnya agensi dalam membangun karakter baru bagi anak asuhnya, saya sangat jarang –bahkan bisa dibilang baru kali ini– menemukan idol yang sifatnya seperti Taekwoon. Justru di sinilah kesan natural itu terlihat. Taekwoon tampak seperti sedang menyandang sifat aslinya ketika menghadapi kamera dengan malu-malu tahi kucing sambil sesekali meng-smackdown member grupnya. Lagi-lagi saya tidak tahu apakah itu sifat asli atau bukan. Saya belum bisa memastikan apakah yang dipakai Taekwoon adalah sebuah topeng atau hanya selembar masker tipis. Saya belum berani mengambil kesimpulan –bahkan menebak pun masih enggan– walaupun saya pernah menonton sebuah video di mana ia tampak bercengkerama santai bersama teman-temannya di sebuah rumah makan dengan senyum mengembang walaupun ala kadarnya ketika sedang off-cam. Oke, jangan bingung. Saat itu kamera memang menyala, tapi benda itu menyorot ke arah member lain dan Taekwoon ikut terekam tanpa disadarinya. Jika saja ia tahu bahwa kamera itu juga mengambil gambarnya, mungkin ia akan kembali memasang poker face trademark-nya tanpa ba-bi-bu lagi -_-

Ah, sudahlah~ biarkan saja. Hanya Tuhan, idol, dan orang-orang di balik kepopuleran idol yang tahu seperti apa sesungguhnya sandiwara yang melingkupi keseharian orang-orang yang beraksi di depan lensa kamera itu. Kita sebagai penikmat ya tugasnya hanya menikmati dan mengapresiasi saja karena tanpa diwanti-wanti pun kita tahu betul bahwa dunia hiburan itu penuh dengan kepalsuan. Jadi, WASPADALAH, WASPADALAH!

Sekian.

 

– Syupeodinie –

 

Bonus pic:

Image

(Photos credit: to the owner)

Advertisements

2 thoughts on “Idol’s Life: Sebuah Topeng atau Selembar Masker?

  1. Haha waspadalah waspadalah. Setuju banget sama postingan kamu yang ini. Kita nggak tahu idol itu aslinya gimana.
    Anw, aku nggak begitu kenal yg namanya taekwoon, jd aku ngasih contoh L infinite aja.
    L dulu pas pertama debut, aku rasa dy emang disetting (??) buat jadi cool dan pendiem, jadi yaa setiap variety show atau acara TV dy emang jarang komentar, cuma diem, ngangguk-angguk. Tapi akhir2 ini, dy kaya punya 2 kepribadian, kadang dy cool, kadang dy kaya punya dunia sendiri, sekarang dy juga udah banyak bicara, banyak ngelawak juga. Nah itu aku juga bingung, sebenernya kepribadian aslinya dia yang mana???
    Ya kurang lebih gitulah, kalo ngomongi kepribadian aslinya idol itu bureeem hehehe..

    • Yap~ si Mas Myungsoo itu juga sepertinya dipermak, tapi untung beliau cocok-cocok aja bertingkah dingin begitu, malah itu yang bikin penasaran dan kemudian muncul hasrat ingin mengoreknya lebih dalam lagi :3 Beliau member paling misterius se-Infinite ><
      Burem yah, blawur samar-samar binti remang-remang wkwkwk~ kita gak tahu apa yang terjadi di belakang kamera sana. bisa aja abis mereka ketawa-ketiwi tiba-tiba pas kamera off, BAM! Sifat mereka beda jauh. Bisa, semua bisa saja terjadi :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s