Di Dunia Ini (Tidak) Ada Sesuatu yang Gratis

Image

Di dunia ini tidak ada sesuatu yang gratis.

Tuh, kata “gratis”nya sengaja saya bold, italic, dan underline agar terbaca dengan jelas.

Sebagai anak kos, saya termasuk penyuka sesuatu yang gratis, jujur saja. Tapi saya sendiri tidak tahu sesuatu yang gratis itu apa karena saya belum pernah menemukan sesuatu yang BENAR-BENAR gratis.

Sebentar. Barusan di sudut sana ada yang bilang kalo dia abis ditraktir makan sama seseorang. Mungkin temannya, pacarnya, atau bahkan ibunya. Dia bilang “Gue abis makan gratis nih bro!”.

Pertanyaannya, apakah makanan yang dia makan benar-benar gratis?

Agak aneh kalo ada yang menjawab “ya”. Dia bukannya makan gratis, tapi dibayarin makan -___-

Anak kos atau seseorang yang jauh dari orang tua seringkali mengatakan “Enakan di rumah ya, apa-apa gratis.” termasuk saya. Padahal setelah dipikir-pikir, semua itu tidak gratis. Orang tua kitalah yang membiayai semuanya ketika kita di rumah. Kita hanya tinggal menikmati semua fasilitas tersebut tanpa berpikir untuk mengeluarkan biaya dan tenaga. Bukan begitu? :3

Oh, ternyata di sana ada yang lagi mengakui perasaannya ke seseorang dan bilang, “Cinta gue buat lo gratis kok, beneran!”

Yakin nih cintanya gratis? Yakin nih nggak berharap cintanya diterima? Yakin nih ikhlas-ikhlas aja kalo ditolak? Lagipula nanti ke depannya memangnya kamu nggak memberikan ‘dia’ sesuatu? Cuma modal cinta-cintaan doing? Yakin?

Dengan mengatakan itu, otomatis cinta kamu nggak gratis bro, karena kamu mengharapkan feedback yang bisa bikin hati kamu seneng. Kamu mengharapkan balasan yang “setimpal” atas pengungkapan cinta yang telau kamu lakukan. Jangankan cinta ke sesama manusia, kadang-kadang cinta pada Tuhan aja nggak “gratis” kok :). Yah, if you get what I mean XD

Ungkapan “Di dunia ini tidak ada sesuatu yang gratis” bisa juga diartikan bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang bisa didapatkan tanpa adanya usaha. Kerja keras. Effort.

Saya ceramah kayak gini bukan berarti saya telah bekerja keras dengan keringat bercucuran untuk mendapatkan yang saya inginkan. Saya masih dalam tahap membangun kesadaran. Plis jangan ketawa. Minimal saya sadar dulu, baru deh nanti bergerak maju sedikit demi sedikit. Kalo bicara tentang mimpi… ah, sudahlah. Yang jelas saya percaya mimpi itu bisa diwujudkan dengan seribu cara dan bukan hanya melalui pendidikan formal. Mendadak sendu kalo ngomongin pendidikan formal 😦

Plis jangan tanya kenapa saya nulis kayak ginian. Saya juga nggak ngerti, tiba-tiba saya menginginkan sesuatu yang gratis dan ternyata itu tidak ada. Sesuatu yang terlihat gratis itu ternyata membutuhkan usaha di baliknya.

Baiklah, saya akan berhenti ngelantur dan kembali ke dunia yang telah membesarkan saya, yaitu dunia fangirl (?) -_-

Syupeodinie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s