A Letter From Bias

Author’s Note: Ini bukan surat asli, ini hanyalah tulisan karangan saya, di mana saya mencoba memposisikan diri sebagai seorang idola, dalam hal ini adalah bias saya. Apabila saya terkesan sok tahu, lagi-lagi itu hanyalah hasil pemikiran saya. Ketika membaca ini, disarankan untuk memutar lagu bias kalian yang didedikasikan untuk fans. Saya sendiri menulisnya sambil mendengarkan From U, kekeke~ Happy reading! ^^

 

***

 

Korea Selatan, tertanggal XX-XX-XXXX

 

Dear my lovely fans all over the world~ ^^

 

Hai, apa kabar? Aku harap kalian selalu melakukan yang terbaik di sana.

 

Rasanya aneh ya, ini seperti pertama kalinya ‘Oppa’ mengirimkan pesan pada kalian, padahal aku sudah sering melakukannya di masa lalu. Memang ada satu hal yang membuat pesan ini berbeda. Aku selalu menulis pesan-pesan untuk penggemarku dengan kata-kata yang kuambil dari hatiku yang terdalam, tapi kurasa pesan ini lebih ‘intim’. Baiklah, mungkin kalian bingung dengan kalimatku, kan? Hahaha~

 

Menjadi seorang idola terlihat menyenangkan, bukan? Aku juga berpikir seperti itu, bahkan sampai saat ini. Hidup seperti ini cukup menyenangkan. Banyak cinta yang kudapat selama aku berdiri di sini, terutama cinta dari kalian. Masa trainee yang kutempuh selama bertahun-tahun rasanya terbayar lunas setelah aku dinyatakan untuk debut dan bertemu dengan kalian, orang-orang yang sama berharganya dengan keluargaku. Perasaan bahagia itu sangat langka. Perasaan itu… seolah baru pertama kali kurasakan dalam hidupku. Aku seperti baru saja terbangun dari tidur dan mendapati dunia yang baru. Saat itu aku sempat khawatir jika orang-orang akan sulit menerima kehadiranku di atas panggung, namun ternyata kalian memberikanku dukungan hebat yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Kalian hadir menyambutku di penampilan pertamaku dengan membawa berbagai hiasan bertuliskan namaku atau nama grupku, melambaikan lightstick, dan meneriakkan fanchant yang salah satunya menyebutkan namaku. Sungguh, aku ingin memekik bahagia dan memeluk kalian satu per satu saat itu. tapi dengan jumlah kalian yang sebanyak itu rasanya sulit, hahaha~ Maka aku memilih untuk terus tersenyum lebar dan menunjukkan penampilan terbaikku dari hari ke hari, hanya untuk kalian.

 

Ketika grup kami menerima penghargaan untuk pertama kalinya, satu hal yang aku pikirkan: Kalian! Usaha kalian benar-benar patut diapresiasi. Kalian rela menabung untuk membeli album kami ataupun benda-benda yang berhubungan dengan kami, kalian rela menyisihkan waktu kalian untuk voting di internet demi kemenangan kami. Ketika kami berhasil mendapatkan award, kalian tampak seperti seorang ibu yang bahagia karena mengetahui anaknya mendapat peringkat 1. Aku sebagai salah satu member merasa sangat tersentuh. Aku ingin menangis, sungguh. Terkadang air mata adalah hal yang tepat untuk menunjukkan perasaanku di saat aku tidak tahu lagi harus bilang apa. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih pada kalian sambil mengangkat piala itu tinggi-tinggi, itu artinya aku bangga pada kalian melebihi kebanggaan kalian padaku. Aku tidak tahu apa harus kulakukan untuk membalas semua cinta yang kalian berikan sampai sejauh ini. Aku sadar betul, menunjukkan aegyo atau abs bukanlah hal yang tepat untuk membalasnya, hahaha~

 

Beginilah aku yang kalian lihat sekarang, hidup dengan berlimpah kasih sayang. Yang lebih membahagiakan adalah saat aku mendapatkan cinta dari orang-orang yang bahkan belum pernah kutemui. Dari beberapa penggemar yang pernah kutemui pun, aku terlalu bodoh karena tidak bisa mengingat kalian semua T_T Jika bisa, aku ingin mengingat nama kalian satu per satu, menyimpan nomor telepon kalian lalu mengirim pesan singkat pada kalian setiap malam atau sekadar saling sapa di dunia maya. Tapi lagi-lagi, jumlah kalian terlau banyak dan di luar kendaliku. Kalian pasti mengerti maksudku, kan? Aku bukannya tidak menyadari keberadaan kalian, sama sekali bukan. Aku hanya tidak ingin terjadi perselisihan di antara kalian hanya karena merasa iri satu sama lain. Sepertinya aku terlalu percaya diri, ya? Kekeke~

 

Ketika aku mengatakan kalian adalah kekasihku, gadisku, dan berbagai sebutan semacam itu, aku sungguh-sungguh! Bukankah orang-orang yang saling membagi cinta memang disebut kekasih? Jujur saja, aku percaya cinta pada pandangan pertama karena aku telah mengalaminya. Ya, aku mencintai kalian pada pandangan pertama! Kita sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama, bukankah begitu? Kalian mungkin menganggapku sebagai seseorang yang pandai merayu, tapi kenyataannya aku tidak terlau pandai dalam hal itu, kekeke~ Aku berubah seperti seorang ‘player’ ketika bicara pada kalian. Aku harap kalian tidak menyesal telah mencintai ‘player’ sepertiku, ya ^^

 

Dear my lovely fangirls, gadisku, orang-orang yang telah menyatu dalam diriku~

 

Setiap orang tentu saja selalu ingin membagi kebahagiaan dan kesedihan dengan orang yang mereka cintai. Begitu juga aku, seseorang yang mereka sebut ‘idola’. Berkali-kali aku membagi kebahagiaanku dengan kalian yang sudah kuanggap seperti keluargaku. Saat aku atau grup kami mendapatkan award, saat aku merayakan hari jadiku, saat aku menerima hadiah, saat aku makan makanan enak, bahkan saat aku mendapatkan waktu istirahat, sebisa mungkin aku selalu ingin berbagi dengan kalian walaupun hanya sebatas foto. Bukan, aku bukannya ingin pamer dan membuat kalian gigit jari. Aku pikir berbagi kebahagiaan dengan orang yang kita cintai adalah suatu keharusan. Ketika kalian sedang bahagia, jangan sungkan-sungkan untuk berbagi padaku juga. Kalian bisa mengirimiku pesan di akun pribadiku atau mengirim surat. Kalaupun aku tidak sempat membalasnya, kumohon jangan salah paham, itu bukan karena aku tidak membacanya. Aku selalu membaca pesan-pesan dari kalian, sungguh! Aku khusus meluangkan waktu untuk melakukan itu.

 

Jika membagi kebahagiaan adalah suatu keharusan, bagaimana dengan kesedihan? Bukankah sudah sepatutnya seseorang berbagi suka dan duka dengan kekasihnya? Aku juga berpikir begitu, tapi aku tahu diri. Di mata kebanyakan orang di luar sana, para idola adalah pemain sandiwara yang handal. Sebagai idola tentunya dituntut untuk selalu merekahkan senyum di manapun mereka berada. Mereka tidak boleh terlihat murung ataupun sedih. Satu ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh seorang idola bisa saja memunculkan berbagai pemberitaan di media. Oleh karena itu, kami harus pintar-pintar mengendalikan emosi. Kami diharuskan untuk selalu terlihat gembira walaupun sebenarnya suasana hati sedang tidak mendukung. Padahal idola juga manusia, benar kan? Kami bukan robot yang hanya bisa menampilkan satu ekspresi saja. Tak jarang aku lelah dengan ‘peraturan’ semacam itu. Aku juga manusia biasa, hidupku tak sesempurna yang terlihat di layar televisi. Hari-hari yang kulalui tak selalu mulus. Hatiku pun bekerja layaknya milik manusia normal yang merasakan perasaan ini dan itu. Mengatur ekspresi di depan kamera sudah kuterapkan sejak debut.

 

Terkadang ada satu-dua perasaan sedih ataupun kesal yang kuceritakan pada kalian. Jika aku terluka karena cedera ketika berlatih, akupun membiarkan kalian tahu. Tapi apa yang terjadi? Kalian benar-benar menaruh perhatian penuh padaku. Ribuan pesan meluncur ke dalam akun dunia mayaku. Kalian merasa khawatir padaku, bahkan kalian menyuruhku istirahat yang cukup dan mendoakanku. Aku benar-benar tersentuh, namun melihat kekhawatiran kalian, aku juga merasa tidak tenang. Aku tahu kalian masih mempunyai prioritas lain di luar sana yang harus diselesaikan, tapi pikiran kalian tertuju padaku. Aku tidak ingin itu terjadi. Bagaimanapun, kalian juga memiliki kehidupan tersendiri yang harus kalian jalani, di mana aku tidak harus terlibat di dalamnya. Melihat kalian yang mencemaskanku, aku merasa bersalah dan ingin minta maaf. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga diriku hingga menyebabkan kalian khawatir. Maafkan aku karena tidak bisa melakukan apapun ketika kalian menangis. Maafkan aku yang membiarkan kalian tenggelam dalam rasa cinta kalian padaku hingga kalian memikirkanku sejauh ini. Maafkan aku, maafkan aku.

 

Dear My Girls,

 

Pernahkah kalian melihatku bukan sebagai idola, melainkan sebagai seorang pria? Aku pernah mendengar dari sebuah sumber bahwa kalian melihatku sebagai seorang pria yang kalian idam-idamkan sekian lama. Kalian menganggapku sebagai seorang pangeran dari negeri dongeng dan kalian adalah putrinya. Imajinasi kalian terdengar sangat indah ^^ Aku juga ingin memiliki kisah cinta seindah itu. Tapi cinta kita jauh lebih indah dan nyata daripada yang dipikirkan orang-orang. Jutaan manusia di dunia berkumpul untuk menyatukan cinta mereka, bukankah itu sangat indah? Tidakkah kalian menyadarinya? ^^

 

Gadis-gadisku, jujur aku khawatir jika kalian melihatku sebagai seorang pria. Aku takut kalian akan kecewa dengan perasaan kalian sendiri. Tidak cukupkah bahwa kita sudah menjadi sebuah keluarga besar yang memiliki cinta lebih indah dari dongeng? Salah satu kekhawatiran terbesarku adalah jika kalian menginginkan sesuatu dariku yang tak sanggup kupenuhi. Aku sangat takut jika suatu hari aku membuat kalian semua kecewa. Kalian pasti mengerti apa yang sedang kubicarakan, bukan?

 

Bagaimana jika seseorang sepertiku tiba-tiba memiliki pasangan hidupnya sendiri? Kurasa itu bukan hal yang mudah. Lagi-lagi, ketika seseorang menjadi seorang idola, artinya ia telah menjadi milik banyak orang. Ia tidak bisa seenaknya menjalani kehidupannya, terlebih… dalam urusan cinta. Bahkan pernah terdengar kabar yang mengatakan bahwa ada peraturan yang melarang kami berkencan, kan? Walaupun kabar itu tidak sepenuhnya benar, tapi terdengar cukup beralasan. Fans kami cukup loyal dan kami harus menjaga perasaan mereka. Selain itu, tak bisa dipungkiri bahwa hal itu juga demi keselamatan karir kami.

 

Tapi lagi-lagi, kami juga manusia biasa.

 

Sesuatu yang disebut cinta, bukankah datangnya secara begitu saja dan tidak bisa dihindari? Sekalipun mulut bisa berbohong, tapi hati tidak bisa. Ketika seorang idola merasakan cinta pada seseorang, di mana perasaan itu hanya dirasakan seorang pria kepada gadis yang ditemuinya, haruskah hati mereka menolak dengan kejamnya? Apakah mereka harus selalu mengawali semuanya dengan berkencan diam-diam, dan baru buka suara setelah semuanya terbongkar?

 

Ketika menjadi seorang idola, aku berpikir, apakah aku juga harus melakukan semua itu ketika aku telah menemukan gadis yang tepat? Lalu bagaimana dengan penggemarku? Apakah mereka akan ikut bahagia bersamaku, atau justru mereka akan menangis terpuruk? Apakah mereka akan meninggalkanku jika mereka tahu bahwa aku telah membagi cintaku? Apakah aku harus kehilangan ribuan cinta yang begitu berharga dalam hidupku? Berbagai pertanyaan terus berkecamuk di dalam kepalaku.

 

Tapi terkhusus untuk kalian, gadis-gadisku, aku percaya kalian tidak akan meninggalkanku semudah itu. Cinta kalian tulus dan murni, aku tahu betul akan hal itu. selama ini kita telah berbagi banyak hal bersama, melewati masa-masa sulit bersama hingga kita membentuk sebuah pondasi yang kokoh. Kita terikat oleh seutas benang tipis yang tak terlihat, yang membuat kita bisa saling merasakan kebahagiaan dan kesedihan satu sama lain. Ketika hari itu tiba, yaitu hari di mana aku telah menemukan tambatan hati di sampingku, aku harap kalian bersedia memasukkannya ke dalam ‘kartu keluarga’ kita. Bukankah keluargaku juga keluarga kalian, dan kebahagiaanku juga kebahagiaan kalian? Kalian gadis-gadisku yang baik, yang sampai kapanpun mendapat tempat tersendiri di hatiku. Jangan merasa tersaingi oleh pendampingku kelak, karena kalian juga tetap bernaung di dalam hatiku. Jika kalian memang memiliki cinta yang kuat, aku yakin cinta itu pula yang membuat kalian ikut bahagia sepertiku ^^

 

Dear gadis-gadisku tercinta,

 

Terima kasih, terima kasih. Terima kasih karena kalian telah mendukungku hingga aku berdiri di titik ini. Aku akan terus mempersembahkan kemampuan terbaikku untuk kalian. Senyum kalian adalah energi bagiku. Tanpa kalian, aku bukan apa-apa. Tentunya kalian sudah tahu betul akan hal itu, benar kan? ^^

 

Aku mencintai kalian. Jangan pernah menganggap bahwa cinta kalian hanyalah cinta satu sisi karena kita saling mencintai! ^^

 

Love,

Your Bias

 

[ Syupeodinie ]

Advertisements

One thought on “A Letter From Bias

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s