Being Multifandom isn’t A Crime!

‘Masalah ini lagi?’

‘Untuk apa sih hal ini diangkat ke permukaan lagi?’

‘Hello… 2013 masih zaman kayak ginian?’

Itulah makanya, saudara-saudara, 2013 kok masih ada yang menganggap bahwa menjadi seorang multifandom seolah merupakan dosa besar?

Sebelumnya saya tegaskan dulu bahwa saya memandang kasus ini *ceilah, kasus* secara objektif dan mengacu pada kenyataan di lapangan. Jadi ini tidak ada hubungannya dengan posisi saya sebagai multifandom atau bukan, karena objeknya di sini adalah keduanya –pure-fandom dan multifandom–.

Pengertian dan ‘keistimewaan’ multifandom telah saya paparkan di postingan sebelumnya. Postingan ini hanya mempertegas dan memperjelas saja, mengapa sih multifandom masih menjadi perdebatan di kalangan fans, khususnya K-Pop fans? Memangnya apa yang salah dengan jalan hidup(?) yang satu ini?

Ketika seseorang telah memutuskan untuk menyukai sesuatu, secara otomatis orang tersebut akan tergerak untuk memiliki komunitas –atau setidaknya bergabung dengan komunitas– yang memiliki selera sejenis. Begitu pula dalam dunia K-Pop. Ketika kita telah jatuh hati pada seorang idol atau sebuah grup dan sangat ingin mengetahui mereka secara mendalam, tentunya kita ingin menjadi bagian dari komunitas penggemar idol tersebut, kan? Dalam K-Pop, komunitas tersebut dinamakan fandom atau Fans Kingdom. Ketika telah menyandang sebuah fandom, kita seperti memiliki ikatan dengan idol, yang tentu saja tidak dimiliki oleh orang di luar fandom tersebut.

Jadi intinya, menyandang sebuah fandom adalah pilihan.

Lalu, mengapa kaum multifandom sering mendapat cibiran hanya karena FANDOM-FANDOM YANG DISANDANGNYA?

Apakah itu berarti mereka tidak memiliki loyalitas? Apakah mereka tidak setia? Apakah mereka pengkhianat?

Itukah yang ada di pikiran Anda?

Baiklah, di sini saya tidak menyalahkan pendapat siapapun, tentu saja karena demokrasi harus senantiasa dijunjung tinggi (?).

Multifandom tidak memiliki loyalitas?

Siapa bilang?

Sekarang posisikan diri Anda sebagai orang yang memiliki fandom lebih dari satu. Ketika dua grup idolanya comeback dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama, bayangkanlah bagaimana bahagianya seorang multifandom. Mereka bisa fangirling sepuasnya sepanjang hari dari dua grup yang berbeda.

Tapi tunggu dulu.

Lantas bagaimana dengan rencana pembelian album yang telah disusun? Membeli dua album dalam jangka waktu beberapa bulan tentu bukan hal yang mudah. Tentu saja yang kita soroti adalah masalah finansial. Harga album impor itu tidak murah lho, hey~ Yah, kecuali kalau dia punya budget lebih ^^

Lalu ketika ada dua konser atau lebih yang diselenggarakan di negaranya, bagaimana perasaannya? Bahagia, mungkin. Menyaksikan idolanya konser secara langsung tentu saja menyenangkan. Tapi,tiketnya? Nah, itu dia.

Menjadi multifandom butuh perjuangan juga, beroooh~ Kaum multifandom juga memiliki loyalitas. Kalo tidak, mana mungkin mereka bertahan dengan fandom-fandom yang disandangnya? Justru loyalitas dan tanggung jawab yang diembannya lebih berat (?).

Poin selanjutnya. Beberapa oknum beranggapan bahwa kaum multifandom itu TIDAK SETIA.

Kaum multifandom adalah orang yang memiliki beberapa fandom dan tentu saja biasnya lebih dari satu. Apakah itu yang Anda jadikan kadar pengukur tingkat kesetiaan? Memangnya kita sedang membicarakan tentang kehidupan berumahtangga? Okelah, mungkin beberapa fans menganggap bias layaknya pacar, bahkan suami (atau istri) yang tidak boleh diduakan. Menduakan bias sama saja dengan mengkhianatinya sekaligus mengkhianati fandom yang disandang. Ini sekaligus mencakup poin ketiga, yaitu bahwa seorang multifandom adalah seorang PENGKHIANAT.

Kita suka K-Pop idol itu sebenarnya untuk apa sih? Apakah untuk bersaing satu sama lain? Untuk membuktikan fandom siapa yang paling keren? Untuk pamer loyalitas dan kesetiaan yang selama ini dikoar-koarkan oleh beberapa kaum non-multifandom? Apakah itu tujuan kita?

Pada dasarnya, kita menjadi fans untuk MENDAPATKAN HIBURAN.

Kalaupun pada akhirnya kita ‘terjerumus’ pada perasaan yang lebih dalam daripada sekadar fans, apakah itu berarti kita harus berkoar kepada seluruh dunia bahwa fandom kita atau idol kita yang paling keren dengan meremehkan idol lain?

Kaum non-multifandom menyandang fandomnya juga karena sebuah PILIHAN, kan? Mereka memilih fandom tersebut karena rasa cinta yang mereka miliki. Nah, begitu juga dengan multifandom. Mereka memilih fandom karena suka, cinta, sayang. Ketika non-multifandom berhak memilih fandomnya sendiri, lalu mengapa multifandom seolah diliputi oleh bayang-bayang cibiran ketika hendak menentukan pilihannya? Sekalipun sebuah fandom tidak bisa diperlakukan secara main-main, tapi jangan terlalu dibawa serius juga. Bagaimana kita bisa mendapat kesenangan berupa hiburan dari dunia fangirl/fanboy jika masalah seperti ini saja kadang menimbulkan fanwar. Memalukan, bukan? Sekalipun kita tidak bisa menjadi keluarga dengan isi kepala yang sama, tetapi MINIMAL HARGAI APA YANG MENJADI KESENANGAN TEMAN KITA. Tidak perlu langsung men-judge bahwa dia tidak setia lah, dia plin-plan lah, dia fans labil lah~ woles gitu lho. Toh pada intinya kita disatukan dalam sebuah komunitas yang sama, K-POP. Tidak usah berdalih dengan mengatakan bahwa “I’m not a K-Poper, I’m just ___(fandom name).” It doesn’t make sense, guys. Apapun dan berapapun fandom yang kita sandang, toh idola kita juga termasuk K-Pop idol ^^

Sekali lagi, yang membedakan pure-fandom dengan multifandom hanyalah JUMLAH IDOLNYA, selebihnya sama saja. Aktivitas fangirling/fanboying-nyapun kurang lebih sama. Untuk masalah loyalitas, kesetiaan, dan lain-lain itu relatif. Kita tidak bisa menentukan begitu saja siapa yang lebih loyal, siapa yang lebih setia, siapa yang lebih bla-bla-bla.

Lagipula salah satu manfaat ketika kita memasuki dunia K-Pop ini adalah menjalin silaturahmi(?). Kita harusnya memperbanyak teman, bukannya menjadikan teman sebagai musuh. Ironis memang, ketika K-Pop seharusnya bisa dinikmati dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, justru dibuat menjadi rumit dengan adanya diskriminasi.

Budayakan rasa malu dulu lah. Ketika kita melihat teman satu fandom yang kita kenali sebagai seorang non-multifandom atau pure-fandom lalu tiba-tiba dia meng-update berita tentang idol lain, jangan langsung menghakiminya begitu saja. Ketika dia tiba-tiba menambah jumlah fandom yang disandangnya, toh itu haknya. Mungkin dia ingin mencari angin segar, hiburan baru, suasana baru. Sebuah kesenangan tidak perlu dijadikan perdebatan selama itu tidak mengganggu dan merugikan orang lain. Selama dia melakukan itu untuk kesenangan dirinya sendiri, why not? Kita dengan idola dan fandom kita, mereka dengan idola dan fandom mereka. Adil, kan?

Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf apabila ada tutur kata yang kurang berkenan. K-Popers jjang! ^^

– Syupeodinie –

Advertisements

13 thoughts on “Being Multifandom isn’t A Crime!

  1. setuju banget 😡 !! saya bosan selalu diejek mulfan sama teman-teman ._.
    izin copas beberapa ne chingu, aku kasih credits-nya kok =D

  2. maaf ya sblumnya, aku smpet dnger dri se2orang tpi lupa siapa.
    ktanya di korea itu nggak ad yg nmanya multifandom, klo msalnya si A fandomnya Shawol trus dia ngefans jga sma suju si A ini nggak bsa dsebut Shawol & ELF melainkan Shawol & suju’s fans.
    dan ini menurut saya
    ibaratkan Fandom itu kewarganegaraan, setiap orang berhak memiliki 1 kewarganegaraan. Indonesia ya indonesia aj, kcuali ngaranya yg memperbolehkan rakyatnya mempunyai 2 kewarganegaraan.
    okey skian pendapat sya, inget ya ini pendapat saya yg bersifat objyektif 😉
    No Bash

    • Well, fans Korea memang terkenal loyal. Ambil positifnya aja dari mereka. Saya di sini hanya menyoroti persepsi negatif beberapa orang terhadap multifandom, di mana paham ini berlaku di beberapa negara (berasa lagi belajar PPKn -_-). Pada dasarnya semua orang bebas beropini 🙂

  3. eh setuju banget masa sama postingan yg 1 ini…
    saya multi fandom,gak dosa juga kan -_-
    ketika lagi bergalau ria nunggu 1 group yang tadinya ultimate biases kita, pasti kan dengerin lagu-lagu dari group lain juga, dan kebetulan keterima dengan baik di kuping kita ini, so jadi suka deh, begitu seterusnya.
    jadi sebenernya gak suk ajuga kalo multi fandom itu dibilang suatu kejahatan, para bias aja gak ngelarang kan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s