Dear Antifans, Who The Hell Are You??

Akhir-akhir ini hidup saya kedatangan “tamu istimewa” lho~ Ah, sebenarnya bukan tamu, tapi ‘teman’. Sosok ‘teman’ tersebut sangat menaruh perhatian terhadap kehidupan saya. Beliau bahkan sangat telaten mengomentari beberapa status Facebook saya.

See? Betapa perhatiannya beliau terhadap saya? Sebenarnya masih banyak komentar yang lain, tetapi sengaja tidak saya cantumkan karena males meng-capture banyak-banyak (?).

Dengan adanya komentar-komentar di atas, saya sedikit banyak ada perasaan terharu. Di dunia yang penuh dengan kepalsuan(?) ini, masih ada orang seBAIK beliau yang sempat-sempatnya meluangkan waktu hanya untuk melihat status Facebook saya dan membubuhkan komentar! :’) For your information, beliau bahkan tidak masuk friendlist Facebook saya, lho! Karena itulah saya merasa terharu. Bahkan saya tidak menganggap beliau sebagai stalker atau semacamnya, melainkan sebagai teman. Ya, teman yang ingin diperhatikan karena mungkin beliau kurang mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Teman yang berniat mencari kesibukan karena mungkin beliau memiliki waktu luang yang cukup berlimpah. Teman yang ingin menjadi seorang pujangga atau penulis fanfiction dengan rate ‘No Children’ namun tidak tercapai, oleh sebab itu beliau mengeluarkan ‘kata-kata mutiara’nya di kolom komentar status Facebook saya.

Kita sering menyebut orang semacam beliau dengan sebutan “Antifan”. Pada kenyataannya di Kamus Besar Bahasa K-Pop (?), beliau memang memiliki kriteria yang mumpuni untuk disebut sebagai “Antifan”. Dapat kita telisik dari kalimat yang beliau tulis, bahwasannya secara harfiah(?) beliau mengutarakan sesuatu yang tidak pantas diucapkan kepada orang yang bahkan tidak beliau kenal seujungjaripun.

Oke, mari kita gunakan kalimat yang lebih sederhana.

Apabila K-Popers membaca kalimat yang beliau tuliskan di atas, sudah pasti antifan itu menjadi sasaran empuk untuk di-bully. Bagaimana tidak, beliau menunjukkan penghinaan yang berlebih terhadap seorang K-Pop idol. Parahnya lagi, kata-kata yang beliau gunakan sangat bertentangan dengan bahasa manusia normal. Ada di mana tata krama beliau? Padahal menurut data yang tercantum di profil Facebook-nya, beliau merupakan mahasiswi di salah satu universitas ternama. Di satu sisi saya merasa kasihan dengan nama baik universitasnya, oleh karena itu di sini saya tidak mencantumkan nama beliau secara terang-terangan.

Well, ketika membicarakan antifan, ada beberapa tipe dan karakteristik antifans K-Pop yang bertebaran di muka bumi ini. Penasaran? Scroll ke bawah~

  • Antifan Klasik

Contoh konkretnya bisa dilihat di atas. Ya, antifan yang merusuh di status Facebook saya itu termasuk Antifan Klasik. Jenis antifan ini sok-sokan anti K-Pop tetapi tidak menemukan alasan yang logis. Alasan yang diutarakan biasanya itu-itu saja. Homo lah, banci lah. Kata-katanya tidak bermutu dan asal jeplak. Jujur saja, kami para K-Popers sudah kenyang dengan kata-kata semacam itu. Bisa dibilang kami sudah kebal menghadapi antifan seperti ini.

  • Antifan Gadungan

Jenis antifan ini biasanya berlagak memandang rendah K-Pop, tetapi diam-diam menyimpan beberapa lagu atau video K-Pop di gadget-nya. Adakah di antara kalian yang seperti itu? Hayo ngaku :p

  • Antifan Gengsian

Jenis antifan ini kebanyakan penggemar musik-musik yang agak “keras”. Saya bilang ‘kebanyakan’ lho ya, bukan semuanya, jadi jangan merasa tersinggung :p Menurut mereka, K-Pop itu menye-menye dan hanya diperuntukkan bagi kalangan orang yang menye-menye juga. Idih, padahal seseorang yang meremehkan selera orang lain jauuuuhhh lebih pantas disebut menye-menye :p

  • Antifan Cerdas

Jenis antifan ini biasanya tidak banyak cingcong dengan K-Popers. Dia memang anti K-Pop, tetapi tidak mengutarakannya secara gamblang hingga memancing emosi orang lain. Dia biasanya lebih suka diam dan menikmati musik yang dianggapnya sesuai dengan seleranya tanpa memandang rendah aliran musik lain. Dia tidak menyukai K-Pop, tetapi dia memiliki alasan yang cerdas dan sekiranya dapat diterima oleh K-Popers. Antifan seperti ini tau etika dan cara menghargai orang lain, serta tidak asal nge-bash sana-sini.

***

Bagaimana? Apakah ada lagi jenis antifan lain yang mungkin belum saya tuliskan? Feel free to share ^^

Menjadi antifan memang sebuah pilihan. Namun alangkah baiknya jika semua antifan merupakan antifan cerdas yang tau bagaimana cara menghargai hobi dan selera orang lain tanpa harus mencela satu sama lain. Menyampaikan kritik itu bisa kok tanpa harus menghina ^^. Saya pribadi akan welcome-welcome saja terhadap antifan apabila dia tau tata krama dan bisa mengerti akan hobi saya.

Tulisan ini dibuat bukan untuk mencemarkan nama baik siapapun ya~ Walaupun pada dasarnya saya tidak suka pada antifans, tetapi saya masih punya sedikit rasa persahabatan dengan tidak menyebut namanya, kan? Wakakaka XD

– Syupeodinie –

Advertisements

2 thoughts on “Dear Antifans, Who The Hell Are You??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s