“PURE”, Sebuah Komitmen atau…?

Bukan hal yang asing lagi bagi kita para K-Pop Lovers mendengar kata yang satu ini, “pure”. Kita yang ber-fandom tentunya sudah tau maksud kata tersebut. Kata “pure” sendiri jika diartikan adalah “murni”, “suci”, “bersih”, “tulen”, dan semacamnya. K-Popers yang sering menjelajah Twitter pasti sering menemukan kata “pure” diikuti nama suatu fandom.

Apa sih arti “Pure + fandom name”?

Berdasarkan pengamatan saya, seseorang yang menggunakan kata “pure” di depan nama fandom-nya menunjukkan bahwa dia adalah fans yang betul-betul “murni”. Artinya, dia hanya mengidolakan satu idol atau satu grup saja. Dia hanya memiliki satu fandom dan itu murni, tidak tercampur dengan kekaguman terhadap idol lain.

Sejauh ini definisi itulah yang dapat saya tangkap. Apabila ada definisi lain terhadap pure fandom, itu mungkin di luar pengetahuan saya ^^

 

Lantas, apa sih keunggulan memiliki pure fandom?

Berdasarkan pengamatan saya (lagi), memiliki pure fandom mungkin membawa kebanggaan tersendiri. Seseorang merasa dirinya setia karena hanya mengagumi idol tertentu saja, tidak seperti “multifandom” yang memiliki banyak idol. Mereka juga merasa memiliki komitmen untuk terus mengangumi idolanya. Mereka mencintai dan mendukung idolnya secara penuh dan tidak terbagi-bagi. Perasaan keterikatan mereka dengan idolnya mungkin sangat besar… yah walaupun multifandom juga seringkali mempunyai perasaan yang sama :p

Sebenarnya antara pure fandom dengan multifandom itu sama, yang membedakan hanyalah jumlah idolnya. Selebihnya sama saja. Mereka sama-sama mengagumi idol, memiliki bias, men-download video idol-nya, meng-update berita tentang idol-nya, ber-fangirling/fanboying dan lain sebagainya.

Sebenarnya percaya-percaya saja sih kalau yang katanya pure fandom itu hanya mentok pada satu idol atau grup saja. Tetapi apakah benar-benar tidak pernah melirik idol lain? Sekalipun tidak menyandang fandom lain, tapi apakah berarti pure fandom harus menutup diri terhadap idol lain? Apakah sesempit itu? :p

 

Openfollow pure fandom?

Kalian K-popers yang sering main Twitter? Pasti tidak asing lagi dengan kalimat seperti ini :

“#Openfollow for pure bla bla bla, just bla bla bla, no other fandom!”

Tujuannya baik sih, agar mendapatkan banyak teman yang satu fandom. Selain itu, agar timeline tidak “terkotori” oleh updates mengenai idol yang bukan favoritnya.

Tapi apakah yang seperti itu tidak menimbulkan persepsi negatif dari K-Popers atau fandom lain? Apakah yang seperti itu tidak terkesan terlalu pemilih dalam mencari teman?

Percaya atau tidak, K-Popers multifandom seringkali merasa diremehkan dengan kalimat openfollow seperti itu. Saya pernah melihat seorang pure fandom meminta salah seorang follower-nya (yang ber-fandom sama) untuk meng-unfollow dia di Twitter hanya karena si Follower tersebut menulis tweet tentang idol lain. Bahkan saya pernah melihat seseorang yang pure fandom meremehkan idol lain secara terang-terangan dan menganggap idol-nya paling hebat.

Wajar sih, menganggap idolanya paling hebat. Itu karena kita mengagumi mereka.

Tapi menganggap idol dan fandom-nya paling hebat apakah berarti harus memandang idol dan fandom lain sebelah mata?

Apakah seorang pure fandom harus selalu berkutat dengan idol-nya hingga memandang rendah idol lain?

Apakah seorang pure fandom begitu tidak rela jika di timeline-nya terdapat berita tentang idol selain idolnya sendiri?

Apakah seorang pure fandom bahkan harus memilih-milih teman dengan begitu telitinya?

Apakah diskriminasi masih berlaku sampai saat ini, bahkan di dunia K-Pop? Memilih-milih teman fandom sama saja dengan mendiskriminasi fandom lain. Setahu saya K-Popers itu satu. Selera musiknya sama, selera dalam memilih idol juga kurang lebih sama. Bagaimana pergaulan kita bias meluas jika kita terus-terusan mendiskriminasi teman kita?

Saya di sini tidak menyalahkan pure fandom, saya juga tidak meminta mereka untuk menyukai idol lain atau menambah fandom. Lagipula tidak semua orang yang memiliki pure fandom suka mendiskriminasi kok. Masih ada juga kaum pure fandom yang menghargai fandom dan idol lain selama fandom lain juga menghargai dia. Intinya kita saling menghargai sajalah. Kalau perlu, hilangkan embel-embel “pure” tersebut. Apakah idol kita pernah menamakan fandom kita dengan embel-embel “pure”? Apakah idol kita pernah mengajarkan tentang diskriminasi? Tidak, kan? Bahkan idol kita mengajarkan untuk saling menghargai. K-Pop idol satu dengan yang lainnya berteman, kan? Lalu kenapa kita tidak? ^^

Saya bukannya bermaksud memojokkan para pure fandom, jadi kalau merasa terpojok berarti bukan salah saya -_-v. Saya hanya menyampaikan secuil uneg-uneg yang sejak lama terpendam (?). Kalau nggak dikeluarin kan nggak enak juga. Lagipula negara ini kan negara demokrasi. Kita bebas berpendapat asalkan pake etika. Maaf kalau bahasa saya agak formal. Daripada pake bahasa alay bin kasar kan nggak pantes :p

No Bashing ^^

 

– Syupeodinie –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s