Hanya Sebuah Motivasi Untukku…

Aku : “Aku takut. Aku takut dengan hidupku. Aku takut dengan diriku. Aku takut dengan semua hal yang akan mendatangiku perlahan.”

Seseorang : “Mengapa kau takut?”

Aku : “Aku… aku takut menghadapi apa yang seharusnya aku hadapi.”

Seseorang : “Apa itu?”

Aku : “My future. Ya, aku takut akan hal itu. Masa depanku. Aku tidak tahu bagaimana aku akan menghadapinya. Yang jelas aku merasa takut, bayang-bayang masa depan itu terus menghantuiku.”

Seseorang : “Lalu?”

Aku : “Apa kau tahu? Aku memikirkan ini setiap saat sampai terkadang aku sulit untuk memejamkan mataku. Bayang-bayang itu selalu muncul dan berputar di otakku, memperlihatkan berbagai gambaran kehidupan yang mungkin akan aku jalani.”

Seseorang : “…”

Aku : “Jujur saja, kadang aku takut menjadi dewasa. Menjadi dewasa berarti semakin banyak beban dan tanggung jawab yang harus aku pikul, dan itu sangatlah berat. Aku seringkali memikirkan hal-hal berat, namun aku tak sanggup membayangkan untuk hidup seperti apa yang ada di dalam pikiranku.”

Seseorang : “Apa yang kau bicarakan? Kau takut akan masa depan? Kau takut menjadi dewasa? Jangan konyol! Itu adalah salah satu fase kehidupan!”

Aku : “Aku tahu~ Aku tahu cepat atau lambat semua itu akan terjadi padaku. Masa depan datang pada setiap orang, baik yang menghendakinya ataupun tidak. Jika aku boleh memilih, aku ingin di sini saja. Seperti ini. Hidupku yang seperti ini tidak terlalu membuatku banyak bersedih. Aku menikmati duniaku sekarang. Hanya ada secuil beban, tak ada yang mengganggu. Tak bisa kubayangkan seandainya aku menjadi dewasa. Ah, aku pasti…”

Seseorang : “Hey, apa kau berputus asa?”

Aku : “Ah, tidak~! Untuk apa aku berputus asa untuk sesuatu yang belum aku jalani?”

Seseorang : “Nah, kau bisa berkata seperti itu. Lalu untuk apa kau mengatakan bahwa kau takut?”

Aku : “Aku takut bukan berarti aku berputus asa, bukan? Aku tahu aku tidak bisa mengelak. Semua ini nyaris sama seperti sebuah kematian, bahwa ke manapun aku pergi atau menghindar, hal itu akan tetap datang padaku.”

Seseorang : “Kau benar. Kau tak bisa menghindar untuk sesuatu yang telah ditetapkan.”

Aku : “Yah… pikiranku mungkin mengembara jauh, namun hatiku masih ingin tetap seperti ini. Tetap tinggal di sini, hidup seperti ini, menikmati hari-hari seperti ini. Jiwa remajaku sangat labil. Aku khawatir jika semua yang aku jalani saat ini tidak berguna bagi masa depanku. Kau tahu kan bagaimana jadinya jika itu terjadi? Aku hancur jika memikirkan semua itu.”

Seseorang : “Bagaimana bisa kau mengisi hati dan pikiranmu dengan hal-hal buruk terlebih dahulu? Pikirkanlah dari segi positif. Kau akan mendapatkan motivasi dari sana. Pemikiran-pemikiran yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula.”

Aku : “Hm… benarkah? Sesulit apapun aku harus selalu berpikir positif?”

Seseorang : “Ya. Kau harus melakukannya. Hilangkan semua rasa takutmu walaupun semua itu butuh waktu. Bangunlah semangat dalam dirimu. Masa depan adalah masa depan. Di sanalah kau akan mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Seterjal apapun jalan menuju semua itu, hadapilah dengan segenap kemampuanmu. Hanya ada dua kemungkinan setelah itu. Kau tersenyum, atau kau murung. Semua orang berharap mereka bisa tersenyum bahagia bersama masa depan mereka. Untuk itu, kau harus mengejar masa depan dengan tersenyum walaupun air mata dan keringat bercucuran.”

Aku : “Hey, kau… Ah, kata-katamu itu… aku suka. Ya, aku akan menghilangkan rasa takutku ini perlahan. Rasa takut inilah yang menggangguku selama ini, maka aku harus menyingkirkannya jauh-jauh.”

Seseorang : “Bagus~! Kau pasti bisa. Kau harus yakin bahwa kau bisa melewati semuanya dengan baik. Hwaiting!”

Aku : “Hwaiting!” ^^

– Han Min Jeong –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s