Aha! My First Love Story (Me and K-Pop)

Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Yang jelas, ini adalah tulisan tentang diriku dan kegemaranku 🙂

Aku seorang Korean Lover, lebih tepatnya K-Pop Lover. Kalian pasti tahu istilah itu. K-Pop, sesuatu yang kukenal tanpa sengaja dan tanpa pernah terpikirkan sebelumnya. Ya, sebelumnya aku sama sekali tidak tertarik dengan Korea dan hal-hal yang ‘berbau’ Korea. Dulu drama Korea memang booming sekali di Indonesia (sampai sekarang), tapi aku tak sedikitpun meliriknya. Menurutku drama-drama tersebut biasa saja. Walaupun menurutku pemain-pemainnya berwajah rupawan, toh aku tetap tak peduli. Jika aku mengingat kembali masa-masa di mana aku belum menggemari K-Pop, aku merasa kesal sendiri, dan aku akan menyalahkan diriku sendiri. Bagaimana bisa aku mengabaikan serial-serial Korea sebagus itu? Bagaimana bisa aku tidak tertarik pada artis Korea, padahal dari dulu teman-temanku ramai membicarakan mereka? Bagaimana bisa mataku tidak melihat pada negara Korea dan K-Pop yang sedemikian terkenalnya?

Jika aku kembali ke masa lalu, yang kutemukan adalah pola kehidupanku yang datar dan biasa-biasa saja walaupun aku bahagia. Dulu pemikiranku sangat terbatas dan menurutku kurang berkembang. Sampai akhirnya ketika menginjak kelas XI ada salah seorang temanku yang heboh membicarakan drama Korea yang saat itu tengah meledak(?) di Indonesia, apa lagi kalau bukan ‘Boys Before Flowers’. Pada awalnya aku hanya diam karena tidak mengerti apa yang dia bicarakan. Menurutku drama itu tidak terlalu istimewa, apalagi jam tayangnya larut malam, jadi aku sangat malas menontonnya. Drama yang ditayangkan sore hari saja aku malas menonton, apalagi yang tengah malam?

Namun rasa penasaranku mengalahkan rasa malasku. Aku heran, mengapa temanku seheboh itu? Apa sih yang menarik dari drama Korea? Apalagi Boys Before… apalah itu. Paling-paling tanggapanku biasa saja jika menontonnya. Karena rasa ingin tahu yang begitu besar, maka pada hari Selasa malam aku tidak tidur supaya bisa menyaksikan drama itu. Awalnya perasaanku biasa saja sampai aku benar-benar menikmati drama itu. Hey, tunggu. Mengapa aku jadi antusias menontonnya? Bahkan rasa kantuk yang menyerangku seketika hilang ketika aku melihat empat pemeran utama serial itu. Saat itu aku berpikir, berarti aku masih normal karena menyukai pria-pria seperti mereka XD.

Cerita klasik memang, menyukai sesuatu yang awalnya sama sekali tidak disukai. Apalagi ceritaku, itu benar-benar umum karena berawal dari serial BBF. Namun dari sanalah aku mengenal K-Pop. Dari sanalah aku mulai mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea. Selera musikku seketika berubah. Aku mulai banyak mendengarkan lagu-lagu Korea. Aku pun sering membeli majalah yang berhubungan dengan K-Pop. Dari majalah-majalah itulah aku akhirnya mengenal siapa itu SUPER JUNIOR.

“Perkenalan”ku dengan Super Junior memang dimulai dari sebuah “gambar tak bergerak”, bukan dari DVD seperti kebanyakan orang. Lagi-lagi, awalnya aku tidak menaruh perhatian terhadap boygroup itu. Aku malah merasa aneh dengan mereka. Menurutku mereka berlebihan, mungkin karena jumlah membernya yang cukup banyak. Aku lebih menyukai DBSK yang membernya hanya lima orang.

Suatu sore ketika aku mendengarkan radio yang memutarkan lagu-lagu oriental, lagu Super Junior yang berjudul ‘Happiness’ diputar. Saat itu aku tidak terlalu konsentrasi mendengarkan, jadi lagu itu “lewat” begitu saja. Selang beberapa hari berikutnya, ada sebuah stasiun radio yang memperdengarkan lagu ‘Sorry Sorry’. Sebelum lagu diputar, penyiar radio tersebut menyebutkan nama ‘Super Junior’. Aku langsung tanggap. Rasa penasaranku lagi-lagi muncul. Aku segera menambah volume radioku, dan tidak lama kemudian bergemalah  intro lagu ‘Sorry Sorry’. Aku mengerutkan kening. Lagu apa ini? Aneh sekali. Musiknya, iramanya dan melodinya sangat asing di telingaku. Namun aku tetap mendengarkannya sampai habis. Lagu itu belum menempel di telingaku karena baru kudengar satu kali, lagipula aku tidak terlalu suka dengan lagu yang iramanya “menghentak”.

Hari berikutnya aku kembali mendengarkan lagu-lagu Korea di radio, dan lagu ‘Happiness’ kembali diputar. Aku mendengarkan baik-baik. Tahukan kalian? Ternyata lagu itu menarik perhatianku. Sayang sekali dulu aku mengabaikan lagu sebagus itu. Sejak saat itu, setiap ada acara radio yang khusus memutarkan lagu-lagu oriental, aku pasti me-request lagu itu.

Ketika lagu itu benar-benar telah melekat dalam ingatanku, aku pun berniat untuk menonton MV-nya. Kesan pertamaku ketika menontonnya, “Mereka keren sekali!”. Aku sampai menontonnya berkali-kali. Mereka lucu sekali menurutku.

Setelah itu aku membuka koleksi majalah lamaku dan aku menemukan sebuah majalah yang berisi profil Super Junior. Saat itulah aku tahu bahwa mereka berjumlah 13 orang, dengan tambahan 2 orang di salah satu subgrup-nya. Aku tahu nama-nama membernya, namun aku tidak bisa mengingatnya saat itu juga. Menurutku nama-nama mereka hampir sama dan susah dilafalkan. Apalagi wajah-wajah mereka. Mereka terlihat kembar XD. Namun di balik pendapatku yang tak beralasan itu, diam-diam(?) aku tertarik pada seorang pria di majalah itu. Dia terlihat berbeda di mataku. Aku mengeja namanya. CHOI SIWON. Aneh sekali namanya. Tapi wajahnya seperti malaikat (O.o). Oh iya, sebelumnya aku juga tertarik pada Hankyung dan Ryeowook, namun rasa tertarikku biasa saja. Barulah setelah aku melihat seorang Choi Siwon, aku merasa lain. Ada yang istimewa darinya, namun aku tidak tahu apa itu *Siwon kege’eran XD*.

Sejak menyukai Siwon, aku semakin rajin(?) mencari informasi dan foto-foto Super Junior. Inilah saat-saat dimana aku mulai tergila-gila dengan mereka. Tidak hanya Super Junior, aku pun mulai merambah menyukai artis-artis K-Pop yang lainnya. Kegemaran dan keingintahuanku terhadap Korea mendorongku untuk tahu semua tentang Korea dan K-Pop. Aku semakin banyak mendengarkan lagu-lagu Korea, bahkan aku mempelajari bahasa Korea. Aku pun tidak segan belajar huruf Korea, dan hasilnya aku berhasil mempelajari huruf tersebut dalam waktu satu malam. Untuk bahasa Korea sendiri aku banyak belajar dari teman-teman dunia mayaku sesama K-Pop Lovers :).

Itulah cerita tentang aku dan awal mula kegemaranku terhadap K-Pop dan Super Junior. Awanya aku memang asing dengan ‘Korea-Koreaan’, namun sekarang aku telah terbiasa dengan semua itu. Aku sudah terbiasa mendengarkan lagu-lagu Korea, dan aku sudah terbiasa menggunakan sepatah dua patah kosakata bahasa Korea dalam kehidupan sehari-hari.

Baru kali ini aku “gila” terhadap sesuatu. Sebelumnya aku memang memiliki beberapa artis idola, namun tidak sampai seheboh ketika aku menyukai artis K-Pop, terutama Super Junior. Setiap kali mendengar kata ‘Korea’ atau yang berhubungan dengan Korea sedikit saja, pasti aku langsung tanggap. Sampai-sampai berita politik Korea pun aku tonton, hahaha XD *parah*.

Selain itu, aku yang dulu pasif dan pendiam *masa?* sekarang menjadi sangat berisik dan heboh kalau sudah membicarakan tentang K-Pop. Topik apapun yang berhubungan dengan K-Pop, pasti aku tanggapi dengan senang hati dan panjang lebar. Membicarakan K-Pop memang tidak ada habisnya. Bahkan aku sempat dibilang ‘lebay’ oleh seseorang *tidak perlu disebut -___-*. Namun aku tidak peduli. Meskipun di lingkunganku K-Pop Lovers itu minoritas, aku terus melenggang(?) dan bertahan dengan apa yang kusukai. Walaupun kadang aku merasa sedih karena jarang punya teman untuk berbagi cerita seputar K-Pop secara langsung, tapi aku membuang rasa sedih itu dengan berinteraksi bersama teman-teman K-Pop Lovers-ku di dunia maya. Merekalah yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantuku dan menambah pengetahuanku tentang Korea. Ingin rasanya aku berterima kasih kepada mereka, namun aku tidak bisa menyebutkan namanya satu persatu *lupa*. Yang jelas teman-teman K-Pop Lovers-ku telah memberikan andil yang besar bagiku dalam dunia per-KPop-an (?). Jeongmal gomawo, chingudeul 🙂

Aku tidak pernah menyesal telah mengenal K-Pop, karena dari situlah aku bisa mengenal kebudayaan dan bahasa negara lain. Dari situlah aku tahu banyak hal yang sebelumnya tidak pernah kupikirkan. Dan tentu saja karena K-Pop aku mempunyai banyak teman yang sudah kuanggap seperti keluargaku 🙂

Aku merasa beruntung saat ini. Aku merasa nyaman dengan diriku yang seperti ini. Apapun tanggapan orang tentang kegemaranku, aku tidak mau ambil pusing. Mereka berhak berkomentar apa saja. Orang yang mendukungku lebih banyak daripada orang yang menjatuhkanku. Jika ada yang mengatakan bahwa aku tidak memiliki rasa nasionalisme, dia salah. Aku hanya memilih sesuatu yang memang kusukai, yang layak kusukai. Dan sesuatu yang kusukai itu adalah K-Pop. Di dunia ini tidak ada batasan bagi seseorang untuk menyukai sesuatu. Aku menyukai K-Pop bukan berarti aku munafik dan tidak mencintai negaraku sendiri. Terlalu rumit untuk menjelaskannya, namun aku hanya ingin mengatakan bahwa selera musik bukanlah tolok ukur dari rasa kecintaan terhadap tanah air. Menyukai negara lain bukan berarti mengabaikan negara sendiri karena aku sadar bahwa inilah negaraku. Seperti apapun negaraku, di sinilah aku dilahirkan dan dibesarkan. Aku tidak mungkin ‘menendang’ negaraku begitu saja hanya karena aku tertarik dengan negara lain. Menurutku, rasa nasionalisme dan selera pribadi tidak bisa dicampuradukkan.

Aku menyukai sesuatu jika menurutku sesuatu itu menarik dan layak untuk kusukai 🙂

 

– Syupeodinie –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s