To be Honest, I Love K-Pop Because…

Orang awam (re: non K-Popers) sering bertanya-tanya kepada saya, mengapa saya begitu tertarik dengan segala sesuatu yang berbau Korea, mulai dari musik, selebritis, bahasa, hingga budayanya. Saya mengerti mengapa mereka ingin tau lebih dalam mengenai alasan saya berkecimpung di dunia per-Kpop-an. Saya akan menjelaskan secara gamblang tentang itu, serta meluruskan beberapa hal yang (mungkin) menjadi pendapat non-KPopers mengenai Hallyu Wave. Untuk lebih jelasnya, silahkan scroll ke bawah.

 

  • The Cuteness and Baby Face

K-Pop stars are good looking because of plastic surgery, aren’t they?

Well, satu alasan klasik mengapa banyak orang menyukai selebritis Korea adalah karena wajah dan penampilan mereka. Saya pun kurang lebih demikian. Siapa yang tak suka melihat wajah rupawan dan style yang menawan ala bintang Korea? Tidak peduli wanita ataupun pria, mereka selalu tampak imut dan baby face. Bahkan selebritis yang berumur kepala tiga pun masih tampak muda. Orang-orang pun lantas berpikir bahwa para bintang ini melakukan operasi plastik. Sebenarnya itu merupakan dugaan yang beralasan mengingat Korea Selatan adalah negara yang ‘menghalalkan’ operasi plastik. Saya tidak marah atau gimana-gimana (?) jika ada orang awam bahkan K-Popers sendiri yang mengklaim bahwa idola saya ‘terbuat dari plastik’ (ngerti kan maksud saya). Saya mau marah pun tidak ada gunanya, toh saya juga tidak bisa menjamin apakah idola saya telah melakukan operasi plastik atau tidak.

Tapi,

Jika saya terus mengungkit ‘dari mana mereka mendapatkan wajah rupawan itu’, atau ‘bagaimana mereka bisa mendapatkan bentuk badan sebagus itu’ dan lain sebagainya, saya akan menjadi orang yang benar-benar menyedihkan karena menilai seseorang dari paras atau penampilan lahiriah mereka semata. Lalu bagaimana dengan karya para selebritis itu? Apakah karya mereka harus diabaikan hanya karena mereka melakukan operasi plastik? Bagaimana dengan bakat mereka? Apabila wajah mereka mengalami operasi plastik, apakah bakat mereka juga demikian? Ayolah… talenta tidak bisa diubah melalui operasi plastik secanggih apapun.

 

  • Music and Songs

Sebenarnya musik itu sifatnya universal. Tidak peduli lagu apa yang kita dengarkan, pesan dari lagu itu akan tetap tersampaikan apabila kita benar-benar menghayati. Saya sering dihadapkan dengan pertanyaan dari teman-teman saya ketika sedang mendengarkan lagu Korea, seperti ‘Apa kamu mengerti artinya?’ atau ‘Bagaimana kamu bisa menikmati lagunya jika tidak mengerti isinya?’. Percaya atau tidak, saya pernah beberapa kali meneteskan air mata ketika mendengarkan lagu Korea yang notabene saya belum tau artinya. Lalu bagaimana saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi?

Saya dengan pelan berkata, “Saya tidak tahu. Tapi saya mencoba meresapi melodinya, dan secara otomatis saya akan terbawa oleh lagu tersebut.”

Saya memang tidak menyelami musik asli Korea, tetapi lebih kepada K-Popnya. Musik pop Korea menurut saya easy listening. Lagu yang up-beat benar-benar cocok untuk nge-dance, sedangkan lagu ballad-nya berhasil menyayat hati. Well, setidaknya itu menurut pandangan saya. Tidak peduli saya mengerti bahasa mereka atau tidak, yang penting saya menikmati musiknya. Karya-karya musisi Korea memang sangat keren, saya harus mengakuinya. Dan entah mengapa saya jarang merasa bosan dengan lagu Korea. Ketika saya mendengarkan lagu yang tidak berbahasa Korea, saya akan cepat merasa bosan. Tapi ketika lagu itu adalah lagu Korea, saya bisa memutarnya berkali-kali tanpa merasa bosan. Aneh kan?

 

  • The Amazing Idols

Korea Selatan identik dengan boygroup dan girlgroup, di mana grup-grup tersebut menampilkan nyanyian yang diiringi tarian. Meskipun Korea bukanlah pelopor lahirnya boyband dan girlband, tapi kesuksesannya mengadaptasi budaya tersebut patut diacungi jempol sehingga tidak dicap sebagai plagiator seperti yang terjadi pada negara… *sensor*

Menjadi artis di Korea Selatan tidak semudah menjadi artis di negara kita. Sebelumnya saya minta maaf karena membandingkan dua hal yang jelas-jelas tidak sebanding (-___-). Jika cara untuk menjadi artis di Indonesia adalah dengan mengikuti casting di sana-sini, lolos, dan langsung diorbitkan dengan membintangi sebuah sinetron atau film, maka di Korea berbeda.

Oke, kita tunda dulu masalah ‘menjadi artis di Korea’.

Di Indonesia, menjadi penyanyi tidak seberapa sulit walaupun tidak semua orang bisa melakukannya. Lihat saja para band pendatang baru itu. Asal berbekal satu single yang entah penggarapannya serius atau tidak, mereka langsung bisa debut, mengeluarkan album, kemudian menghilang tanpa jejak. Begitu juga penyanyi solo. Apalagi ketika artis sinetron menjadi penyanyi solo. Asalkan sudah memiliki ketenaran, rating sinetronnya tinggi, maka keinginannya untuk menjadi seorang penyanyi pun bisa terwujud dengan mudah walaupun suaranya bisa dikatakan (maaf) standar. Untuk sekarang ini lihat saja grup-grup baru yang mereka sebut boyband dan girlband itu. Berbekal sebuah lagu yang beat-nya nanggung dan koreografi yang lenjeh, mereka bisa beraksi dari panggung ke panggung. Heran. Kualitasnya ada di mana? *maaf saya emosi* (-___-)

Oke, saya akan berhenti mengkritisi pelaku hiburan negara ini walaupun sebenarnya banyak hal tentang mereka yang masih mengganjal di hati saya. Sekarang mari kita lihat para bintang Korea.

Menunggu waktu bertahun-tahun untuk bisa debut sebagai artis atau penyanyi sangat melelahkan, bukan? Setiap hari hanya diisi dengan latihan, latihan, dan latihan. Tiada hari tanpa latihan. Ya, itulah yang terjadi pada selebritis Korea sebelum mereka berhasil menjadi terkenal seperti sekarang. Mereka rela di-training selama bertahun-tahun agar menjadi artis yang benar-benar berkualitas. Mereka rela menjalani latihan siang dan malam agar tidak mengecewakan penggemar mereka nantinya. Mereka rela tinggal di dorm yang jauh dari orang tua untuk memaksimalkan waktu latihan mereka. Waktu bertahun-tahun itu mereka gunakan untuk terus berlatih. Jika belum maksimal dan belum ada keputusan dari perusahaan, mereka tetap belum bisa debut. Mereka baru bisa debut setelah skill mereka dirasa sudah matang dan siap menghadapi berbagai resiko menjadi bintang Korea, di mana persaingan dunia hiburan Korea sangat ketat. Tuh, bandingkan. Jadi apabila mereka sekarang menjadi terkenal bahkan go internasional, itu berkat kerja keras mereka sendiri. Sejak awal mereka memang ‘diciptakan’ untuk menjadi entertainer yang serba bisa dan memiliki totalitas dalam berkarya, bukan sekedar selebritis abal-abal yang dalam waktu singkat tenggelam oleh pendatang baru. Jadi jangan remehkan para bintang itu karena banyak cerita mengharukan dan mengagumkan tentang perjuangan mereka sejak sebelum mereka debut sampai sekarang.

 

  • The Powerful Dance

Ini juga menjadi salah satu daya tarik dari idol group di Korea. Kebanyakan mereka membawakan koreografi yang unik dan berbeda. Antara lagu yang satu dengan lagu yang lain pasti memiliki keunikan tersendiri. Kita ambil contoh gerakan ‘mencuci tangan’ ala Super Junior di lagu ‘Sorry Sorry’ dan gerakan tangan yang unik di lagu ‘Mr. Simple’. Selain itu ada juga gerakan kaki ala SNSD di lagu ‘Genie’, dance ala mayat hidup (?) 2PM di lagu ‘Heartbeat’, dan masih banyak lagi yang lainnya. Saya tidak mungkin menyebutkan satu per satu karena para idol group Korea memiliki keunikan pada setiap koreografi mereka. Yang membuat saya salut adalah kemampuan mereka mengatur koordinasi gerakan dengan jumlah member grup yang relatif banyak. Kebanyakan grup di Korea memiliki jumlah member lebih dari 5 orang. Kita ambil contoh Super Junior yang merupakan grup favorit saya XD. Dengan jumlah member yang cukup fantastis, yaitu 13 orang, mereka mampu melakukan koordinasi gerakan dengan baik. Saya pikir ‘pasti sulit melakukan dance serumit itu dengan member sebanyak itu’, tapi nyatanya mereka bisa. Itulah salah satu wujud totalitas dalam berkarya. Menyanyi sambil menari bukanlah hal yang mudah, apalagi ketika koreografinya sangat rumit. Ketika salah satu dari mereka ada yang salah gerakan, yang lain harus tetap fokus dan tidak boleh terpengaruh, atau show akan berantakan. Di situlah letak kesulitannya. Tapi sejauh ini, para idol group Korea mampu melakukan tugasnya dengan baik. Salut! ^^

 

  • Korean Drama

Wooo siapa yang tidak terpesona dengan drama Korea? Pasti kebanyakan orang (terutama kaum wanita) menyukai drama atau serial dari Korea Selatan. Saya pun demikian. Sejak menyukai K-Pop, saya menjadi tertarik dengan K-Drama. Banyak juga sih alasan saya menyukai K-Drama.

Alasan pertama, alasan klasik lagi. Ketika pertama kali menonton K-Drama yang saya perhatikan adalah wajah pemainnya. Tapi sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku lagi karena ada alasan kedua, yaitu jalan cerita yang sederhana, tidak berbelit-belit, namun sulit ditebak. Ini nih yang tidak dimiliki oleh sinetron Indonesia (lho, kok jadi membandingkan lagi). Kebanyakan K-Drama mengangkat tema percintaan atau cinta segibanyak (?). Walaupun tema ceritanya ‘itu-itu aja’, tapi K-Drama dikemas dengan alur cerita yang menarik dengan diselipi adegan-adegan kecil yang justru menjadi ciri khas dari setiap drama. Jumlah episode-nya pun tak sebanyak sinetron Indonesia. Rata-rata K-Drama hanya berkisar antara 16-20 episode saja. Kalaupun ada yang lebih dari itu, jumlahnya tetap tak sepanjang sinetron Indonesia (-___-) dan jalan ceritanya tetap mengikuti alur, tidak dirumit-rumitkan.

Alasan ketiga yaitu totalitas akting dari para aktor dan aktrisnya. Akting mereka total lho! Tidak hanya sekadar tertawa terbahak-bahak, menangis sesenggukan, atau melotot sambil mengucapkan sumpah serapah. Mungkin karena totalitas akting mereka itulah, tak jarang saya meneteskan air mata ketika menonton K-Drama. Yah, casting bukan sekadar casting, tapi benar-benar dipilih artis mana yang sekiranya cocok dan bisa mendalami peran yang ditentukan ^^.

Alasan keempat adalah nilai moral yang sangat dijunjung tinggi. Saya pernah membaca sebuah artikel bahwa dalam K-Drama tidak ada adegan ‘anak durhaka’. Memang sih, dalam kenyataannya saya belum pernah menonton K-Drama yang ada adegan anak membangkang pada orang tuanya. Itulah yang saya salutkan. Nilai-nilai moral masih diutamakan meskipun alur ceritanya modern. Tidak hanya nilai moral, tapi nilai budaya juga masih diselipkan, misalnya makan ramen langsung dari panci (ini pernah di bahas di beberapa artikel), padahal sekarang alat makan semakin banyak dan mewah. Itu menunjukkan bahwa kebudayaan Korea belum luntur meskipun sederhana.

Alasan terakhir yaitu adegan romantis dalam K-Drama yang mampu menggetarkan jiwa *ceilah*. Karena saya penyuka drama romantis, maka saya sangat menunggu adegan romantis dari setiap drama yang saya tonton. Adegan romantis dalam K-Drama menurut saya menohok tapi tidak lebay. Begitu juga untuk adegan kissing. Saya cukup terpuaskan walaupun kissing scene-nya gitu-gitu aja *lho?*. Pokoknya romantic scenes in Korean dramas te-o-pe be-ge-te! >,<

 

  • The Country?

Ketika ditanya apa yang terbersit di pikiranmu ketika mendengar kata ‘Korea’? Jujur saya bingung harus menjawab apa. Semuanya terlalu awesome! XD. Tapi ketika ditanya bagaimana pendapat saya tentang negara Korea Selatan, saya memiliki beberapa pendapat tentang itu.

Di mata saya, negara Korea itu indah, bersih, tertib, rapi… Yah, mungkin saya telah dipengaruhi oleh berbagai gambaran yang saya lihat melalui drama maupun internet, tapi setidaknya itulah yang membuat saya kagum. Pemerintah Korea, atau dalam hal ini orang Korea berusaha menunjukkan sisi-sisi baik dari negara mereka. Kita lihat saja dalam drama atau acara-acara TV Korea, hampir semua tempat yang disorot kamera adalah tempat-tempat yang bagus dan bersih. Entah karena memang saya kurang paham atau saya taunya hanya tempat-tempat seperti itu saja, tapi setidaknya mereka membuat orang seperti saya berpikiran positif tentang negara mereka. Lain halnya jika mereka lebih menyoroti sampah, polusi, dan semacamnya, justru orang-orang akan memiliki pandangan buruk dengan negara itu.

Pemerintah Korea pun cukup pintar ‘memanfaatkan situasi’. Mereka menggunakan budaya Korean Pop atau Hallyu Wave untuk mempromosikan negara Korea Selatan. Sangat brilian, mengingat Hallyu Wave sudah mendunia.

Yah, intinya apabila negara kita ingin dianggap baik di mata orang asing, maka sorotilah hal-hal baik dari negara ini sembari memperbaiki hal-hal yang sebenarnya carut-marut. Promosikan dulu saja lah tempat-tempat wisata yang menjadi aset negara. Jadi ketika turis asing mengunjungi tempat tersebut dan mereka puas kan negara juga yang untung. Betul?

 

Dampak Positif…

 

Setelah memutuskan menjadi penggemar K-Pop, banyak keuntungan yang saya dapatkan, terutama dalam hal kepuasan batin. Saya mendapatkan banyak teman dan keluarga baru. Berawal dari hobi dan selera yang sama, banyak K-Popers yang sampai sekarang menjadi teman baik saya di dunia nyata, terlebih setelah saya masuk universitas.

Selain itu, melalui K-Pop saya bisa belajar bahasa Korea. Tidak hanya itu, saya pun bisa memperdalam bahasa Inggris melalui komunikasi dengan teman-teman K-Popers mancanegara. Waktu SMA saya rajin berkomunikasi dengan orang Korea melalui dunia maya. Lumayan lah walaupun bahasa Inggris saya masih belepotan XD

Melalui K-Pop, saya yang tidak ada basic menari (?) tertarik untuk belajar dance walaupun gerakan saya masih kaku. Dan itu menguntungkan karena latihan nge-dance sama saja dengan berolahraga, sama-sama mengeluarkan keringat XD

Melalui K-Pop jugalah saya tertarik untuk menulis. Walaupun tulisan saya masih acak-acakan dan belum ada apa-apanya, yang penting saya mendapat kepuasan batin XD

Melalui K-Pop, saya mendapatkan banyak pengetahuan dan inspirasi ^^

***

Sepertinya untuk sementara itu saja. Saya hanya ingin meluruskan pendapat orang awam yang (mungkin) berpikir bahwa K-Popers menyukai K-Pop hanya karena kecantikan atau ketampanan wajah selebritisnya. Hal itu tidak mutlak menjadi alasan saya (atau kami) menyukai mereka. Terlepas dari wajah yang rupawan, ternyata masih banyak hal yang bisa membuat saya kagum dengan K-Pop, bukan?

Oh iya, maaf kalau di beberapa paragraf saya terpaksa membandingkan entertainer Korea dengan Indonesia. Gimana ya? Maunya sih tidak membandingkan, tapi saya merasa perlu membandingkan (-___-). Maaf, bukannya saya tidak sayang dengan negara saya, tapi terkadang kita menemukan beberapa hal yang perlu dikritisi demi kemajuan negara ini. Saya yakin, di luar sana banyak orang yang menyimpan unek-unek tentang negaranya, bahkan tak jarang mereka membandingkannya dengan negara lain yang lebih maju tetapi takut mengutarakannya karena khawatir dianggap tidak cinta tanah air. Hey, itu salah, kawan~! Bicaralah jika kau ingin didengar (?). Diam tidak selamanya membuahkan hasil. Jika memang ingin membandingkan, bandingkan saja. Toh masih banyak yang patut kita banggakan dari negara kita :). Setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, bukan? ^^

Maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Anda XD

– Syupeodinie –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s