K-Pop Fever

Saat ini Korean Pop tengah mewabah di Indonesia. Bukan hanya drama Korea, tetapi musik dan style Korea pun turut booming di Indonesia. Tidak usah dipertanyakan lagi, pasti ada pro dan kontra, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. Beberapa masalah yang mungkin timbul sejalan dengan mewabahnya K-Pop antara lain:

  •   Munculnya K-Popers (penggemar Korean Pop) baru

Yang pertama dan yang utama, yang sering menimbulkan kontra adalah ketakutan para K-Popers lama akan munculnya para K-Popers baru yang pengetahuannya tentang K-Pop masih sedikit. Banyak yang merasa terganggu dengan K-Popers semacam ini, yang mereka sebut sebagai ‘K-Popers abal’. Definisi ‘K-Popers abal’ menurut sebagian K-Popers adalah mereka yang baru saja menyukai K-Pop dan tidak memiliki pengetahuan dasar tentang itu, dan biasanya mereka hanya menyukai ‘tampang’ atau hanya musiman saja. Dengan kata lain ‘K-Popers abal’ adalah mereka yang menyukai K-Pop tetapi hanya suka-sukaan saja sehingga terkadang dianggap sok tahu.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan munculnya K-Popers baru, hanya saja penggemar K-Pop terlalu was-was menanggapinya. Mereka takut K-Pop menjadi tidak eksklusif lagi karena penggemarnya semakin banyak, atau mungkin mereka kesal karena K-Popers baru biasanya hanya melihat pada wajah semata. Namun perlu kita sadari bahwa adalah hak setiap orang untuk suka atau tidak suka pada hal tertentu. Seperti halnya Korean Pop, bukankah lebih bagus jika penggemarnya semakin banyak? Itu artinya kemungkinan punahnya K-Pop akan semakin kecil. Untuk masalah melihat artis Korea berdasarkan tampang, itu masalah klasik. Saya tidak munafik, saya akui saya pun awalnya menyukai K-Pop karena dua hal, pertama musik dan kedua wajah. Tapi semakin lama saya lebih kagum kepada skill mereka, dan akhirnya saya menyukai all about K-Pop. Tanpa kita sadari, sebenarnya kita dulu juga pernah menjadi ‘K-Popers abal’ sebelum menjadi K-Popers yang ‘berilmu’ seperti sekarang. Jangan meremehkan mereka yang baru menjamah dunia K-Pop, karena mereka memiliki hak untuk tertarik kepada K-Pop. K-Pop bukan diperuntukkan bagi kalangan terbatas, tetapi K-pop adalah milik semua. Kita tidak perlu merasa sebagai pencipta atau pemilik K-Pop. Justru sebagai orang yang lebih dulu menggemari K-Pop, tugas kita adalah membantu mereka yang memiliki ketertarikan dengan K-Pop namun pengetahuannya masih terbatas. Kita bisa membagi pengetahuan yang kita miliki pada mereka agar sama-sama tahu. Kita pun sebaiknya ‘meluruskan’ pemikiran mereka karena biasanya K-Popers baru mudah termakan berita hoax. Yang penting jangan berprasangka buruk dulu pada K-Popers baru ^^

  •   Acara-acara berbau K-Pop di stasiun televisi nasional

Tidak bisa dipungkiri, saat ini banyak stasiun TV Indonesia yang berlomba-lomba menayangkan acara-acara yang berbau ‘Korea’, bahkan ada salah satu stasiun TV yang khusus membeli program musik Korea untuk ditayangkan di Indonesia. Banyak K-Popers yang antusias, tapi banyak juga yang kurang berkenan jika acara-acara tersebut ditampilkan di layar kaca Indonesia. Kekhawatiran mereka tak lain tak bukan adalah karena munculnya K-Popers baru seperti yang telah disinggung sebelumnya. Jika kita khawatir akan hal itu, pembahasannya sudah ada di poin sebelumnya. Perlu kita ketahui bahwa tidak semua K-Popers merupakan orang ‘berada’ yang menggunakan TV berlangganan di rumahnya. Tidak semua K-Popers bisa men-download video sepuasnya atau melakukan streaming setiap kali ingin menonton acara-acara K-Pop. Oleh karena itu, jika ada stasiun TV nasional yang bersedia membeli acara Korea dan menayangkannya, kita patut bersyukur. Stasiun TV tersebut telah memfasilitasi para penggemar K-Pop yang haus akan acara K-Pop tetapi tidak bisa menonton atau men-download-nya karena suatu hal. Soal munculnya K-Popers musiman, jangan khawatir~ jika mereka tidak benar-benar berniat untuk menyukai K-Pop, mereka pasti akan menghilang dengan sendirinya ^^

  •   Menjamurnya boyband dan girlband Indonesia

Inilah yang membuat K-Popers naik darah. Tidak tanggung-tanggung, puluhan boyband maupun girlband Indonesia bermunculan hanya dalam hitungan bulan. Parahnya, mereka muncul secara instant, tidak seperti Korean idol yang di-training dulu sebelum debut. Hasilnya pun bisa dibilang mengecewakan. Kualitas boyband dan girlband Indonesia masih dipertanyakan. Saya tidak mau menilai secara subjektif, tetapi para pendatang baru tersebut masih harus dimatangkan lagi skill-nya agar tidak dicap sebagai pelopor penurunan kualitas musik Indonesia.

Namun dengan adanya fenomena(?) tersebut, kita sebagai K-Popers Indonesia jangan lantas menjelek-jelekkan para boyband dan girlband tersebut. Saya pribadi juga tidak suka dengan kemunculan mereka, tetapi kita jangan langsung mengeluarkan ‘kata-kata mutiara’ yang dapat menimbulkan fanwar dengan penggemar mereka. Mengutarakan kritik yang membangun atau sindiran-sindiran halus lebih baik, tetapi mengontrol amarah dan diam akan jauh lebih baik XD. Jika mereka sedang tampil di televisi, saya masih sering membaca umpatan-umpatan K-Popers di Facebook dan Twitter. Saya heran. Jika memang tidak suka mengapa masih ditonton? Padahal ujung-ujungnya nge-bash juga. Bukankah lebih baik jika tetap kalem dan ganti channel saja? Jika tetap ditonton kan dikhawatirkan rating-nya naik XD. Sederhana memang, namun sepertinya masih sulit untuk dilakukan.

Hanya 3 poin yang dapat saya tampilkan(?), walaupun sepertinya masih banyak dampak yang ditimbulkan oleh virus K-Pop di Indonesia. Tanpa bermaksud untuk menggurui, marilah kita menjadi K-Popers yang cinta damai dan jauhkan prasangka-prasangka buruk. NO FANWAR please~ jadikan citra K-Popers Indonesia menjadi lebih baik di mata masyarakat, bukan yang dikit-dikit ngebash, dikit-dikit nge-bash, hehehe -_-V

No bash ya (?) ^^V

– Syupeodinie –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s